Ralf Kellermann Beberkan Kunci Kemenangan Wolfsburg


Kemenangan Wolfsburg 1-0 atas Lyon di Stamford Bridge dinihari tadi (24/5) tidak terlepas dari permainan taktis dari Wolfsburg serta disiplinnya pertahanan dari Die Wolfinnen, plus kurang efisiennya taktik dari Lyon di laga final Liga Champions Wanita dinihari tadi. Kemenangan ini membuat Wolfsburg mematahkan dominasi Lyon yang tak terkalahkan dalam 120 laga terakhir.

Pelatih Wolfburg Putri, Ralf Kellermann memaparkan rahasia taktik yang dipakai die Wolfinnen ketika menundukkan Lyon 1-0. Wolfsburg juga terlihat sangat rileks serta dalam kondisi mood yang baik ketika memasuki Stamford Bridge.

Sebelumnya Wolfsburg harus berjuang tanpa Zsanett Jakabfi saat meraih gelar Frauen Bundesliga serta Selina Wagner karena cedera, belum lagi ketika Final DFB Pokal di Koln pekan lalu mereka harus bermain tanpa Alexandra Popp karena cedera ligamen luar serta Verena Faisst karena sakit. Beruntung Zsanett Jakabfi bisa tampil saat Final DFB Pokal.

Dan ketika Final Liga Champions Wanita, Wolfsburg harus bermain tanpa Verena Faisst di sektor bek kiri karena sakit serta Viola Odebrecht karena akumulasi kartu dan cedera meniskus. Secara mengejutkan Alexandra Popp yang berposisi sebagai striker ditempatkan di posisi bek kiri, hal itu mendapat kecaman dari banyak pihak mengenai keputusan Kellermann itu. Selain itu Ralf Kellermann menginstruksikan skuadnya untuk bermain counter attack.

Namun, Alexandra Popp mampu tampil memukau sebagai bek kiri dan pertahanan dari Wolfsburg menjadi lebih disiplin karena saat di FCR Duisburg Popp pernah bermain di posisi tersebut. Hal ini menjadi kunci rapatnya pertahanan dari Wolfsburg saat menundukkan Lyon.

Selain itu performa Ivonne Hartmann di lini tengah juga tidak kalah baik, tapi yang terpenting adalah semua pemain Wolfsburg juga berperan aktif baik menyerang maupun saat bertahan dari gempuran Lyon.

Penampilan gemilang dari kiper Alisa Vetterlein juga membuat Ralf Kellermann yang sebelumnya pernah berkarier sebagai kiper di karier professionalnya bersama MSV Duisburg itu sangat senang. Vetterlein mampu menahan serangan-serangan yang dilancarkan oleh Lyon disepanjang laga.

Serta penampilan dari Lena Goessling yang biasa bermain sebagai bek tengah dalam formasi normal di Wolfsburg, pada laga Final di Stamford Bridge ia bermain di posisi tengah serta mampu mendikte permainan, ia juga menjadi kunci kemenangan Wolfsburg sehingga ia terpilih sebagai “Player Of The Match” dalam laga final dinihari tadi.

Wolfsburg memiliki skuad yang sangat mumpuni serta infrastruktur klub yang setara dengan tim seperti Lyon dan PSG pada tim putrinya.

Jadwal Wolfsburg pasca menjuarai Frauen Bundesliga sangat ketat dengan menghadapi dua final, yakni Final DFB Pokal dan Final Liga Champions Wanita. Namun, hebatnya lagi Die Wolfinnen bisa menyapu bersih dua gelar ini setelah menjuarai Frauen Bundesliga.

Selain itu pelatih berusia 44 tahun ini juga pernah menginstruksikan agar pihak Wolfsburg tidak menggelar pesta alkohol saat perayaan gelar juara Frauen Bundesliga dan DFB Pokal. Hal itu dilakukan agar Wolfsburg mampu berkonsentrasi penuh di Final Liga Champions Wanita hingga meraih treble winner mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s