Penghargaan FIFA Women Player of the Year Sedang Dalam Bahaya ?


Well, pada hari Senin, 9 Desember lalu FIFA merilis 3 kandidat utama peraih FIFA Ballon D’Or termasuk pada kategori pemain sepakbola wanita. Dan lagi-lagi Marta kembali masuk nominasi penghargaan FIFA ini sejak pertama kali ia dinominasikan pada tahun 2004 lalu. Sudah 9 tahun lebih bukan ? Ya, pertama kali ia dinominasikan pada saat itu saya masih duduk di bangku SD kelas 5 bahkan sampai saya masuk kuliah semester 3 ini, cukup panjang kan. Lalu Marta terpilih sebagai pemain terbaik dari tahun 2006 sampai 2010.

Masuknya pemain berusia 27 tahun ini sebagai kandidat peraih FIFA Women Player Of The Year 2013 ini memang sangat mengejutkan banyak pihak. Bahkan ketika pertama kali mendengar Marta menjadi kandidat utama saja sudah menggetarkan para pengguna media sosial seperti twitter.

Bagi sebagian orang menganggap terpilihnya Marta adalah sebagai lelucon dari FIFA. Musim ini Marta memang kurang bagus baik di level timnas Brazil maupun di klubnya saat ini, Tyreso FF (klub elit Swedia). Hal ini juga diperparah dengan serangkaian cedera yang menimpa pemain berusia 27 tahun ini.

Coba kita lihat pencapaian Lena Goessling yang bermain untuk VfL Wolfsburg dan timnas Jerman. Goessling juga menjadi kandidat utama pemain terbaik UEFA pada September lalu, namun ia kalah dari kompatriotnya Nadine Angerer (kiper Brisbane Roar) yang mampu menggagalkan dua penalti punggawa Norwegia lalu menjadi juara Eropa tahun 2013 di Swedia. Goessling memiliki pencapaian bagus bersama Wolfsburg musim ini, ia memilik segalanya musim ini dengan meraih gelar Liga Champions, Bundesliga dan DFB Pokal. Kemudian ia melengkapinya dengan gelar Piala Eropa 2013 bersama timnas Jerman, namun ia tak masuk sebagai kandidat utama FIFA Women World Player of the Year 2013 inilah yang menjadi reaksi keras bagi sebagian besar penikmat sepakbola wanita.

Lalu mari kita lihat pencapaian Lotta Schelin, striker timnas Swedia (kapten) dan juga bermain untuk Olympique Lyon. Striker berusia 29 tahun ini juga memiliki pencapaian bagus, ia meraih dua gelar domestik musim ini bersama Lyon juga menjadi pemain terbaik di Liga Perancis. Kemudian di Euro 2013 ia menjadi top skor dengan mengoleksi 5 gol sekalipun Swedia gagal di semifinal di rumah mereka sendiri.

Diskusi yang paling ramai di media sosial adalah dengan terpilihnya kembali Marta sebagai kandidat utama FIFA World Player Of The Year. Bahkan sampai akun resmi twitter dari FIFA halaman khusus sepakbola wanita (@fifawwc). Lalu masih banyak orang yang menanyakan di media sosial, seperti “dimana Nadine Kessler ?” atau masih banyak yang menyayangkan dengan tidak adanya Lena Goessling di 3 kandidat utama, bukan Abby Wambach saat memecahkan rekor Mia Hamm sebagai top skor timnas AS sepanjang masa dan aksi heroik Nadine Angerer di Final Euro 2013, atau pencapaian Lotta Schelin sebagai pemain terbaik di Liga Perancis ataupun top skor Euro 2013. Bahkan striker timnas Australia Lisa De Vanna juga ikut berkomentar dengan terpilihnya kembali Marta, dan berikut adalah contoh reaksi dari sebagian orang:

lisa

ann

alina

caitlin

Kalau sudah seperti ini, apakah fans juga harus dilibatkan untuk memilih siapakah pemain terbaik FIFA, ataupun memilih 10 besar kandidat khususnya di bagian sepakbola wanita ? Sebenarnya mungkin lebih disarankan agar fans yang memilih, karena fans sepakbola wanita jauh lebih cerdas dan bisa menilai siapakah yang terbaik pada musim tersebut. Karena tahun ini juga ada Euro 2013, kemudian pencapaian di Liga Champions Wanita dan Liga Domestik bisa menjadi acuan utama untuk menentukan siapa pebola wanita terbaik FIFA pada tahun ini, bukan hanya laga persahabatan Internasional atau nama besar dari si pemain.

Well, berbicara soal siapakah yang memilih pemain terbaik FIFA ini, semuanya dipilih oleh pelatih dan kapten tim nasional dari masing-masing negara. Kriterianya adalah bermain bagus untuk klub dan/atau timn nasional, kurang beruntung jika anda tidak bermain di liga sepakbola terbaik atau tim nasional anda. Bisa jadi negara-negara kecil yang masih minor soal sepakbola wanita, hanya tahu nama-nama tertentu saja.

Hampir sama di sepakbola pria, sebagian besar kandidat dari pesepakbola wanita sendiri bermain di Liga Eropa. Tapi ini diperburuk dengan buruknya sistem keuangan di beberapa klub sepakbola wanita, artinya beberapa pemain terbaik tidak mampu pindah ke liga top dunia. Selanjutnya, kurangnya stabilitas liga sepakbola wanita juga berarti bahwa liga tertentu memiliki lebih banyak permainan dan pemain diberi sebuah keuntungan.

Bahkan untuk menonton liga sepakbola wanita atau pertandingan internasional seperti kualifikasi Piala Dunia Wanita sama halnya dengan melatih kesabaran anda sendiri. Beruntung Frauen Bundesliga memiliki DFB TV yang menyiarkan 1 pertandingan di tiap minggunya. NWSL di AS juga sama dengan Jerman, mereka malah menyiarkan seluruh pertandingan NWSL musim ini di kanal resmi youtube mereka.

D1 Feminin masih jarang ada link streaming “ilegal” karena tidak setiap pekannya televisi di Perancis menyiarkan liga sepakbola wanita Perancis. Di Swedia memiliki Damallsvenskan (liganya Marta), namun streaming “ilegal” masih sulit dijangkau karena terkendala dengan masalah geoblocking, biasanya TV4 Swedia menyiarkan setiap big match di Damallsvenskan. Namun bersyukurlah bahwa masih banyak link streaming ilegal setiap laga Liga Champions Wanita, bahkan saat putaran final Euro 2013 dan juga FA WSL (liga super wanita Inggris).

Bahkan penyiaran dari liga sepakbola wanita di dunia sangat berbeda dalam kuantitas dan kualitas. Hasil akhirnya adalah bahwa jika Anda ingin menonton pertandingan sepakbola wanita, ada jaminan terbatas untuk menemukan siaran streaming ilegal sepakbola wanita, biarkan saja untuk mencari, menemukan dan menonton.  Maka, jika anda bosan menonton pertandingan sepakbola pria seperti Liga Inggris, Spanyol atau Italia, cobalah anda mencari streaming pertandingan sepakbola wanita, nikmati dan tontonlah hebatnya wanita bermain sepakbola.

Karena eksploitasi masa lalu itulah, Marta menjadi sebuah nama yang begitu dikenal di sepakbola wanita. Bahkan dengan bermain di sejumlah pertandingan dalam satu tahun dan mendapatkan pencapaian terbaik karena bermain dalam pertandingan profil tinggi, Anda mungkin masih akan kalah eksis seperti contoh Lena Goessling, Christen Press, Lotta Schelin ataupun Nadine Kessler yang masih kalah bersaing dengan sebuah nama besar. Sayangnya situasi ini hanya akan berubah seiring dengan pertumbuhan sepakbola wanita.

Lalu ada dua harapan baru untuk pecinta sepakbola wanita, yang pertama adalah kedepannya FIFA bisa membuat FIFA FIFPro Women World XI dan yang kedua adalah dengan adanya FIFA Women Club World Cup dalam beberapa tahun mendatang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s