Analisis: Taktik Brilian Jepang yang Membuat Spanyol Tak Berdaya


clip_image002

Photo by FIFA

35.000 penonton memadati venue Estadio Nacional San Jose di Costarica. Stadion tersebut merupakan tempat dihelatnya laga final antara Jepang U17 vs. Spanyol U17. Jepang datang dengan catatan fantastis selama turnamen hanya kebobolan 1 gol saja.

Jepang mengawali pertandingan dengan menggunakan formasi 4-4-2 dan sering kali mengubah formasi permainan menjadi 4-2-3-1 memanfaatkan fleksibilitas pemain depan Jepang. Sementara Spanyol menerapkan formasi 4-3-3 dengan menggunakan 1 pemain sebagai defensive midfielder.

Susunan starting line up Jepang

clip_image004

Susunan starting line up Spanyol

clip_image006

Suksesnya High Pressing Jepang

Setelah dimulai kick off, Spanyol langsung berinisiatif menyerang. Spanyol mencoba merangsek masuk menuju pertahanan Jepang dengan mengandalkan crossing dari sayap. Namun Jepang pun tidak tinggal diam. Para pemain Jepang langsung menerapkan high pressing untuk mengganggu pemain Spanyol yang membawa bola. Tujuannya untuk mengambil alih jalannya pertandingan dan menciptakan gol cepat. Meskipun begitu, kedua tim justru lebih sering bertarung di tengah lapangan karena keduanya tidak ingin menyerahkan lawan untuk mengontrol jalannya pertandingan.

Strategi yang diterapkan Jepang pun berhasil. Pemain Jepang yang melakukan pressing terhadap pemain Spanyol membuat pemain Spanyol sering kali melakukan salah passing. Jepang yang ingin unggul cepat pun mendapatkan hasilnya. Jepang berhasil membobol gawang Spanyol di menit ke 5, itu pun tidak terlepas dari kesalahan pemain belakang Spanyol yang salah mengantisipasi bola.

Umpan jauh dari pemain belakang Jepang yang gagal diintersep pemain belakang Spanyol sukses diterima oleh pemain no. 7. Pemain no. 8 yang berlari dari belakang pun memberikan umpan pendek pada pemain no. 2 yang langsung melakukan shoot on goal ke gawang Spanyol dan membentur mistar. Bola muntah langsung disambar pemain no. 11 yang terlepas dari kawalan pemain Spanyol. Jepang unggul 1-0.

Grafik terjadinya gol pertama

clip_image008

Gol cepat dari Jepang membuat Spanyol berusaha tampil menekan. Alih-alih menyamakan kedudukan, justru Spanyol harus kebobolan lagi di menit ke 7. Berawal dari sepak pojok, pemain Jepang yang berlari ke tiang dekat berhasil menyundul bola yang gagal ditepis kiper Spanyol. Namun sayang, gol tersebut dianulir karena bola dianggap sudah terlebih dulu melewati garis. Spanyol masih tertinggal 1-0.

Pertandingan terus berjalan ketat dengan pertarung sengit diarea tengah lapangan. High pressing yang diterapkan Jepang membuat Spanyol sulit untuk memasuki area final third Jepang. Sulitnya pemain Spanyol mengirimkan umpan menuju jantung pertahanan Jepang, membuat mereka akhirnya mengalir umpan ke sisi sayap. Strategi ini cukup berhasil. tercatat Spanyol mampu melakukan beberapa crossing yang berbahaya baik dari sayap kanan maupun sayap kiri. Namun, dari sekian banyak crossing yang dikirim, hanya satu yang berhasil. Hal itu terjadi karena Spanyol hanya meninggalkan pemain no. 7 di area penalti Jepang dan terkadang harus melawan 2-3 pemain bertahan Jepang. Babak pertama pun berakhir 1-0.

Statisnya Spanyol dan tanpa kreasi serangan

Dibabak kedua pertandingan berjalan menarik dan lebih terbuka – saya mencatat Jepang melakukan 9 shots dengan 4 on target. Kedua tim masih menerapkan taktik yang sama seperti babak pertama. Spanyol yang tidak ingin terus-terusan dibombardir Jepang, mereka melebarkan jarak antar pemain – terutama pemain sayap yang diinstruksikan untuk lebih menekan bek sayap Jepang. Hampir sepanjang babak kedua Spanyol cenderung lebih menggunakan sisi sayap sebelah kiri untuk melancarkan serangan. Pelatih Jepang sadar akan hal itu. Ia memerintahkan bek kiri Jepang untuk tidak naik menyerang dan mengalihkan tugasnya sebagai antisipator apabila terdapat crossing Spanyol yang mengarah ke tiang jauh.

Sampai menit 55 Spanyol masih kesulitan mendekati area penalty Jepang. Spanyol pun praktis dibuat bermain setengah lapangan. Spanyol memang menguasai penguasaan bola sebanyak 53% sepanjang pertandingan, namun kebanyakan penguasaan bola itu kebanyakan hanya dilakukan pada area pertahanan mereka sendiri dan cenderung bermain statis tanpa ada kreasi penyerangan. Meskipun begitu, Spanyol bukannya tanpa peluang. Sepanjang babak kedua Spanyol mampu melakukan 2 shots tetapi masih melambung dari target.

Suksesnya perubahan Taktik Jepang

Memasuki pertengahan babak kedua, kedua pelatih mulai melakukan pergantian pemain. Jepang sedikit merubah taktik dengan bermain menjadi 4-2-3-1 dengan memasukkan pemain no. 13. Hal itu membuat pemain no. 7 bermain melebar dan menyerahkan posisi ujung tombak untuk diisi oleh pemain no. 13.

Formasi Jepang setelah no. 13 masuk

clip_image010

Pertandingan seolah menjadi berat sebelah. Hal ini karena Jepang melakukan perubahan cara bertahan dari high pressing menjadi zone defence. Garis pertahanan jepang dibuat rendah untuk mengantisipasi gaya bermain Spanyol yang kali ini mengandalkan long pass untuk memasuki area final third Jepang. Cara itupun masih belum berhasil untuk menembus pertahanan Jepang. Spanyol semakin terlihat buntu dalam menyerang.

Jepang yang dari awal laga lebih rajin mengirim umpan terobosan dan bermain dengan mengandalkan kecepatan pemainnya memperoleh gol kedua di menit 79. Gol tersebut berawal dari pergerakan pemain Jepang disisi kanan pertahanan Spanyol yang berhasil mengirim umpan ke pemain no. 7 yang terbebas dari penjagaan. No. 7 pun kemudian meneruskan operan one touch yang berhasil diterima pemain no. 13 yang berhasil menceploskan bola dengan tenang. Jepang unggul 2-0.

Grafik gol kedua Jepang

clip_image012

Setelah tertinggal dua gol, Spanyol mencoba menaikkan intensitas serangannya. Namun hal ini direspon baik pemain Jepang dengan disiplin saat bertahan. Ketika ada pemain Spanyol yang mendekati kotak penalty Jepang, setidaknya ada 4-5 pemain Jepang yang sudah turun membantu pertahanan. Serangan Spanyol pun mudah dipatahkan pemain Jepang.

Meningkatnya serangan Spanyol, membuat lubang dipertahanan mereka. Jepang pun membuat peluang emas 5 menit sebelum waktu normal habis. Pergerakan cepat no. 13 dari sisi kanan berhasil mengirim umpan silang menuju pemain no. 20 yang berlari dari sisi berlawanan. Tapi sayang tendangannya masih membentur mistar gawang Spanyol. Itupun menjadi peluang terakhir Jepang. Hingga pertandingan usai, skor tetap 2-0 bagi Jepang dan Jepang berhak atas juara FIFA U17 Women’s World Cup 2014 untuk pertama kalinya.

Congratulations !!!

Apabila terdapat kesalahan dan rendahnya akurasi data mohon dimaafkan. Kritik dan saran dipersilahkan.

Written by: @fathanmasyhuri

Penulis merupakan penggila bola yang masih tergolong baru dalam dunia women’s football. Ini juga menjadi tulisan pertama Penulis khususnya tentang sepakbola.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s