Bagaimana Kondisi Sepakbola Putri di Indonesia?


13527956031442273305

Yang putra saja masih agak susah berprestasi. Jadi kita masih sibuk membenahinya. Jadi kesannya perhatian terhadap sepakbola wanita sedikit tertinggal. Tapi, itu pelan-pelan juga akan kita benahi.” ujar Hadiyandra, Ketua Task Force Reformasi Asosiasi Provinsi PSSI terkait kondisi sepakbola putri di Indonesia.

Begitulah yang disampaikan oleh salah satu pihak yang berada di induk sepakbola Indonesia. Dengan membaca pernyataan diatas kita bisa menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan perhatian antara sepakbola putra dan putri di Indonesia. Hal itu terlihat jelas pada pernyataan diatas.

Pada satu sisi, mungkin memang ada benarnya pernyataan diatas. Pihak federasi, dalam hal ini PSSI, lebih memilih untuk berfokus pada sektor sepakbola putra. Hal tersebut tidak terlepas dari banyaknya animo masyarakat yang sangat antusias pada saat timnas putra atau tim daerah mereka bertanding. Dengan banyaknya supporter yang datang ke stadion saat hari pertandingan, itu sudah menjadi nilai tersendiri bagi PT Liga Indonesia dan PSSI selaku pihak penyelenggara dan induk sepakbola di Indonesia. Itu pula yang menjadi kekuatan bagi PSSI untuk terus berfokus pada sepakbola putra, Belum lagi ditambah dorongan untuk membuat timnas Indonesia berprestasi khususnya di sektor putra.

Memang sudah lama sekali timnas putra Indonesia tidak berprestasi, baik ditingkat Asia maupun dunia. Bahkan untuk level ASEAN pun Indonesia tidak pernah berprestasi. Prestasi terbaiknya hanya mencapai final dan langkah itupun harus terhenti oleh negara tetangga. Jikalaupun berprestasi, prestasi itu diperoleh oleh timnas junior, bukan berasal dari timnas senior yang selama ini prestasinya selalu ditunggu-tunggu.

Lantas apa hubungannya sepakbola putri dengan tidak adanya prestasi pada timnas putra? Jawabannya kembali ke pernyataan diatas. Terdapat kesenjangan antara sepakbola putra dan putri. Kasarnya, yang diurus dengan fokus saja masih belum bisa berprestasi, bagaimana dengan yang tidak diurus dengan baik (re: sepakbola putri)? Bisa dimaklumi karena animo masyarakat yang tinggi serta pendapatan dari hak siar televisi juga menjadi sesuatu yang menggiurkan bagi PSSI dan klub sepakbola putra yang saat ini sedang menjalani masa transisi menjadi klub yang murni professional dalam pengelolaannya. Pertandingan yang disiarkan di televisi dan berita yang dimuat di media menjadi publikasi yang sangat kuat untuk menyebarluaskan sepakbola putra. Hal tersebut tidak terjadi di sepakbola putri di Indonesia.

Masyarakat Indonesia masih sedikit yang menaruh perhatian pada sepakbola putri, bahkan untuk menaruh perhatian pada sepakbola putri di eropa pun masih sedikit. Memang sepakbola pria di eropa maupun Indonesia memiliki daya tarik tersendiri. Alasannya karena pola pikir masyarakat yang berpikiran bahwa sepakbola merupakan olahraga kaum laki-laki dan lebih banyak dimainkan oleh kaum laki-laki. Selain itu, faktor sejarah yang memunculkan nama-nama pesepakbola tenar dari sepakbola putra juga memiliki peran pada ketidakseimbangan perhatian masyarakat pada sepakbola putri, belum lagi ditambah para penggila bola yang sedikit banyak membandingkan antara sepakbola putra dengan sepakbola putri. Sebagai penikmat dan penggemar sepakbola, jangan pernah menyamakan atau membandingkan antara sepakbola putra dengan sepakbola putri, karena kedua hal tersebut memang tidak sepatutnya untuk dibandingkan. Baik sepakbola putra dan putri memiliki estetika masing-masing untuk ditonton dan dinikmati.

Apa yang seharusnya dilakukan PSSI terkait sepakbola putri? PSSI juga harus membagi fokus mereka dengan tidak hanya berfokus pada sektor putra saja. Sektor putra memang sudah memiliki program yang “mungkin” sudah dijalankan oleh pihak yang terkait. Biarkan program itu berjalan. Namun, jangan lupa sektor putri pun juga harus memiliki program untuk pengembangan pada sektor sepakbola putri di Indonesia. Jangan sampai Indonesia tertinggal dengan negara lainnya.

Saat ini, peringkat timnas putri Indonesia jauh lebih baik dari timnas putranya. Indonesia berada diperingkat 72 dunia. Bandingkan dengan timnas putra yang masih berada pada posisi 100 besar – bahkan belakangan ini peringkatnya pun menurun. Namun, jangan cukup bangga dengan pencapaian dari timnas putri Indonesia. Timnas putri Indonesia masih kalah jauh dari Jepang yang berada diperingkat 3 FIFA.

Apabila dengan Jepang kita bisa memaklumi ketertinggalan, lantas bagaimana perbandingan sepakbola putri Indonesia dengan negara-negara di ASEAN? Timnas Indonesia pun kita tertinggal cukup jauh. Bahkan dengan Myanmar saja kita tertinggal jauh yang saat ini berada di ranking 30 FIFA. Posisi tertinggi dari ASEAN masih diduduki oleh Vietnam diposisi 28.

antarafoto-Bola-IASE050111-3

Melihat ranking FIFA diatas, seharusnya kita masih bisa sedikit berharap pada timnas putri. Meskipun masih dikatakan “tertinggal”, peringkat timnas putri masih bisa dibanggakan dibandingkan timnas putra yang memiliki lawan yang terbilang lebih tangguh. PSSI selaku federasi yang tahu akan hal itu seharusnya juga lebih meningkatkan perhatian mereka pada sektor sepakbola putri, mengingat untuk level asia belum banyak negara yang memiliki sepakbola putri yang selevel dengan sepakbola putri AS (ranking 1 FIFA) ataupun Jerman (ranking 2 FIFA). Untuk itu, kita masih punya cukup waktu mengejar ketertinggalan itu sebelum kita semakin tertinggal jauh.

antarafoto-Bola-IASE050111

PSSI harus membangkitkan kembali Galanita dengan sistem kompetisi yang baik. Kompetisi yang digelar juga harus dibarengi dengan program pembinaan pemain muda yang baik dan disertai dengan kondisi keuangan klub yang sehat sehingga dampaknya bisa dirasakan oleh timnas Indonesia.

Terkait dengan pembinaan pemain muda, hal ini juga belakangan ini sering didengungkan oleh masyarakat dan PSSI. Pembinaan ini bisa dilakukan dengan cara trial and error. Cara tersebut bisa digunakan PSSI untuk membuat sebuah program pembinaan pemain muda baik pada sektor putra ataupun putri. Apabila PSSI tidak berani melakukan pembinaan secara fokus pada sektor putra, bisa lebih dulu dilakukan uji coba pada sepakbola wanita sambil membangun kembali pondasi sepakbola wanita.

Dengan kompetisi dan sistem pembinaan yang baik, bukan tidak mungkin prestasi sepakbola putri kita masih bisa meningkat di level Asia bahkan dunia. Jangan lagi timnas putri Indonesia mengundurkan diri dari event sekelas SEA Games. Seharusnya itu bisa menjadi gambaran dan acuan PSSI mengenai perkembangan sepakbola putri setidaknya di Indonesia maupun ASEAN.

35274hp2

Sebenarnya, pada tahun 2014 PSSI sudah memiliki wacana untuk menghidupkan kembali sepakbola putri dan membuat sepakbola putri masuk ke dalam rencana strategik PSSI. Hal itu ditandai dengan pembahasan yang dilakukan oleh PSSI bersama AFC dan federasi sepakbola Australia sebagaimana yang disampaikan Joko Driyono, Sekjen PSSI. “Sharing ini bakal membahas tentang sepakbolawanita dan akan ada workshop juga.”

PSSI juga berencana akan menggelar turnamen sepakbola wanita yang akan dilaksanakan pada Agustus nanti. Disamping itu, FIFA juga telah meluncurkan sebuah program bernama FIFA Goal yang merupakan program bantuan dari FIFA untuk mengembangkan sepakbola wanita pada negara yang berada dibawah induk FIFA, termasuk Indonesia.

Maka dari itu, peran serta pemerintah, PSSI, media dan masyarakat akan sangat menentukan bagaimana kondisi sepakbola putri Indonesia kedepannya. Tentunya kita juga harus selalu berharap dan mendukung bahwa timnas Indonesia baik putra maupun putri akan mampu berprestasi dikancah Internasional dan mengharumkan nama Indonesia serta jangan lagi ada kesenjangan diantara sepakbola putra dan putri.

 

Indonesia Bisa !!!

This views are my own. Comments are appreciated

Written by: @fathanmasyhuri

Penulis merupakan penggemar sepakbola dan menyukai analisis strategi pada pertandingan sepakbola.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s