Turf = Cruel ?


Fathan Masyhuri – Piala Dunia Wanita U20 yang berlangsung di Kanada menimbulkan permasalahan yang membuat beberapa pihak diluar sepakbola itu sendiri angkat bicara. Bintang NBA Kobe Bryant dan Kevin Durant telah mengutarakan pendapatnya terkait pertandingan yang dilangsungkan dengan menggunakan rumput sintetis (turf).

clip_image002

Pendapat mereka didasari atas peristiwa yang membuat pemain sepakbola yang bermain diatas lapangan sintetis mengalami cedera yang cukup mengerikan. Terdapat beberapa luka yang terbuka cukup lebar.

Terkait hal itu, FIFA sendiri justru malah memberikan “kode” bahwa Piala Dunia Wanita 2015 yang berlangsung di Kanada juga akan menggunakan rumput sintetis. Memang bukan hal baru rumput sintetis digunakan untuk bermain sepakbola. Namun, dampak dari penggunaan rumput sintetis juga seharusnya bisa menjadi dipertimbangkan lebih lanjut oleh FIFA.

Rumput sintetis (turf) sejatinya merupakan produk teknologi canggih yang digelar diatas alas “plur” atau sejenisnya yang terbuat dari semen. Terkait kondisi alas yang keras itulah yang terkadang luput dari perhatian khalayak luas bahwa dengan bermain diatas alas yang keras, hal itu juga menjadi salah satu faktor terjadinya cedera.

Dalam pengamatan penulis, terdapat dua hal yang menjadi catatan penting terkait cedera yang mungkin dialami para seniman lapangan hijau. Pertama, kerasnya alas yang digunakan jika menggunakan rumput sintetis. Kedua, rentannya terjadi cedera jika terjatuh dan mengalami gesekan dengan lapangan.

Lalu, bagaimana menyikapinya?

Memilih sepatu bola yang tepat

Alas yang keras bisa menimbulkan cedera kaki pada bagian telapak. Cedera itu biasa disebut sever. Sever menyebabkan rasa nyeri di bagian telapak kaki khususnya tumit lantaran mendapat benturan yang cukup keras dengan permukaan lapangan. Cedera yang didapat itupun ditambah dengan kesalahan dalam teknik berlari dan kesalahan dalam memilih jenis sepatu yang cocok untuk permukaan lapangan tertentu.

Mungkin sudah banyak yang tahu mengenai jenis sepatu sepakbola. Jenis sepatu bola bisa dibagi menjadi 3 sesuai dengan kondisi permukaan lapangan. Jenis sepatu bola ini mudah dijumpai jika Anda sedang berbelanja sepatu bola.

1. SG (Soft Ground), yaitu sepatu yang cocok digunakan diatas permukaan lapangan yang lembek atau ber-rumput tebal. Sepatu jenis ini memiliki studs (pul) lebih panjang dari jenis sepatu bola lainnya.

Biasanya sepatu ini hanya memiliki 6 butir pul dibagian bawahnya dan memiliki rongga antar studs yang cukup lebar. Sepatu SG sering dijumpai bila pemain bermain dalam kondisi hujan dan biasanya studsnya terbuat dari besi. Hal ini bertujuan untuk menambah cengkraman ke dalam tanah dan tidak licin jika digunakan.

clip_image004

Tentunya sepatu jenis ini tidak cocok jika digunakan diatas permukaan lapangan yang keras.

2. FG (Firm Ground), yaitu sepatu yang cocok digunakan diatas permukaan lapangan yang agak keras seperti kebanyakan lapangan di Indonesia. Sepatu FG memiliki studs yang lebih banyak dari jenis SG, sedikitnya berjumlah 10-12 butir.

clip_image006

Studsnya pun tidak terbuat dari besi melainkan dari karet atau plastik.

3. HG (Hard Ground), yaitu sepatu yang cocok digunakan diatas permukaan lapangan yang kering dan keras. Sepatu ini memiliki studs yang lebih banyak dari jenis SG maupun FG dengan ruang antar studsnya terbilang kecil.

Banyaknya studs dibagian bawah sepatu ini bertujuan untuk membuat pemakainya tidak mudah cedera bila bermain diatas lapangan yang kering dan keras dikarenakan studs yang rentan patah dll. Studsnya pun biasanya terbuat dari karet ataupun plastik.

clip_image008

Memasuki era sepakbola modern, teknologi yang digunakan untuk membuat studs (pul) sepatu bola sudah berkembang pesat. Saat ini sudah banyak produsen yang mengkombinasikan jenis studs SG dan FG pada sepatu yang sama.

3 jenis sepatu diatas bisa membuat Anda memperkecil risiko cedera yang akan diterima dalam bermain bola.

Risiko cedera diatas lapangan sintetis

Setelah mengetahui cedera yang dialami pemain yang bermain diatas lapangan sintetis, rasanya cukup mengerikan bila hal tersebut menimpa kita juga saat sedang bermain bola. Namun, memang itulah risikonya bermain bola.

Cedera memang tidak bisa dihindarkan dan tidak ada yang bisa memprediksi kapan seseorang akan mengalami cedera terutama cedera yang diakibatkan oleh jegalan dari lawan. Terkait dengan cedera diatas lapangan sintetis, memang cukup berisiko bila bermain diatas lapangan sintetis.

clip_image010

Jika Anda bermain bola dan terjatuh terseret sejauh 2cm saja, akan sangat besar kemungkinkan lapisan kulit terluar Anda tersebut untuk terkelupas. Claire Lavogez saat Perancis U20 mengalahkan Kosta Rika U20 pun hanya merayakan gol indahnya dengan sliding sejauh 2-3cm. Itupun mungkin akan membuat lututnya memerah akibat gesekan dari lapangan sintetis.

Bayangkan jika Anda sedang berlari kencang mengolah bola lalu mendapat tekel keras dari lawan dan harus terseret sejauh 1 meter hingga 1,5 meter, sudah seperti apa jadinya bagian tubuh anda yang terkena cedera? Bagaimana dengan kiper yang harus jatuh bangun menjaga gawangnya? Belum lagi ditambah benturan dengan kerasnya permukaan pada lapangan sintetis yang bisa membuat memar pada bagian-bagian tubuh.

clip_image012

Cedera diatas lapangan bola baik rumput asli ataupun sintetis memang tidak bisa dihindarkan. Lapangan bola rumput asli maupun sintetis pasti memiliki kemungkinan untuk menimbulkan cedera. Namun, dalam pengamatan penulis, cedera yang dihasilkan akibat gesekan dan benturan dari lapangan rumput asli tidak separah jika dibandingkan dengan rumput sintetis.

Sepertinya jauh lebih bijak bila FIFA mengadakan sebuah event besar sekelas Piala Dunia tanpa melupakan aspek keselamatan bagi pemain yang ikut andil pada event tersebut. Namun semua keputusan ada ditangan FIFA.

Apakah FIFA mau mempertimbangkan hal itu dan tidak hanya menimbun bongkahan euro dalam rekeningnya? Silahkan suruh FIFA merasakan bermain diatas lapangan turf dulu.

Writer: @fathanmasyhuri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s