Menghitung Peluang Laura Rafols di Timnas Spanyol


LauraRafols_opt

Pertanyaan soal “Dimana Laura Rafols, dan mengapa ia sampai tak masuk skuad timnas Spanyol?” mungkin sudah bukan pertanyaan baru lagi. Sebenarnya pertanyaan ini sudah keluar sejak musim lalu saat Barcelona mempertahankan gelar Copa de la Reina dan Liga Spanyol. Sebagai catatan, musim lalu gawang Barcelona yang sebagian besar dikawal oleh Laura Rafols hanya kebobolan 7 gol dalam 21 laga. Berbeda dengan Ainhoa Tirapu (Athletic Bilbao) yang sudah jadi langganan timnas Spanyol justru kebobolan dua kali lipat dibanding Rafols.

Kiper kelahiran Vilafranca de Penedes, 23 Juni 1990 ini sudah berada di Barcelona sejak tahun 2004 atau sudah lebih dari 10 tahun mengabdi di Barcelona sejak level junior. Kemudian memulai debut profesionalnya sejak 2007 di Barcelona dan tidak pernah berganti klub, serta mengantarkan Barcelona meraih gelar Liga Spanyol tiga kali beruntun (2012-2014) kemudian tiga gelar Copa de la Reina (2011, 2013, 2014). Teringat juga ketika final Copa de la Reina 2014 lalu, saat Laura Rafols sukses menepis sepakan penalti dari Irene Paredes saat Barcelona mengalahkan Athletic Club untuk kembali menjuarai Copa de la Reina.

Musim ini saja Rafols juga sukses mempertahankan gawangnya dari kebobolan dengan hanya mencatatkan lima gol dalam 1348 menit bermain dengan 12 kali clean sheet. Lima gol ini terjadi saat Barcelona kalah dua kali beruntun dari Valencia musim ini baik kandang maupun tandang dengan skor 2-1 dan kemudian ketika penyerang belia Oviedo Moderno, Lucia Garcia Cordoba mencetak gol ke gawang Rafols saat Barcelona menang 5-1 dari Oviedo Moderno.

Bagaimana Peluang Rafols di Timnas Spanyol ?

pic_2014-08-30_FCBfemenivsESPANYOL_30-Optimized.v1409493661

Dengan musim ini yang hanya kebobolan 5 gol dari 15 laga bersama Barcelona, sudah sepantasnya pula kiper berusia 24 tahun ini diberi kesempatan bermain di skuad Spanyol, meskipun skuad Spanyol sudah memiliki Sandra Panos, Lola Gallardo, Ainhoa Tirapu dan Sara Serrat. Bahkan dari jumlah kebobolan saja, rasio kebobolan Rafols jauh lebih sedikit daripada kiper-kiper timnas Spanyol, istilahnya ia sudah melebihi standar kiper timnas Spanyol.

Bandingkan dengan Lola Gallardo (Atletico Madrid) yang bermain selama 1440 menit dengan kebobolan 12 gol, kemudian Ainhoa Tirapu (Athletic Bilbao) dari 1080 menit bermain kebobolan 13 gol, sementara Sandra Panos yang sebagai newcomer bermain selama 1508 menit kebobolan 13 gol dan Sara Serrat (Sporting Huelva) yang bermain 1522 menit sudah kebobolan 33 gol. Itu berdasarkan perhitungan sampai Jornada 17. Akan tetapi statistik saja tak cukup untuk menolong Rafols agar tetap memiliki peluang untuk dipanggil Nacho Quereda ke timnas Spanyol, bahkan Nacho sudah memiliki nama favorit dibanding bercermin dari statistik yang ada dan yang pasti dua dari sekian nama favoritnya di posisi kiper La Absoluta ini tidak akan pernah ia coret dari skuad utama Spanyol meskipun performanya sedang turun atau baru saja pulih dari cedera sekalipun.

Lantas Apa yang membuat Laura Rafols tidak pernah masuk radar Nacho Quereda di timnas Spanyol? atau sudah puaskah dengan kiper-kiper timnas Spanyol saat ini atau ada masalah lain?  dan Apakah ia tak cukup layak untuk menghuni posisi kiper di skuad La Absoluta Spanyol?

Rafols pernah diwawancarai oleh ElDesmarque Radio sebelum Primera Femenina 2014/15 dimulai, dalam wawancara tersebut ia berbicara soal keinginannya untuk bisa bermain di timnas senior Spanyol, sebelumnya ia hanya sampai pada level U19 Spanyol. Dengan musim lalu yang hanya kebobolan 7 gol dari 21 laga dan 5 gol dari 15 laga musim ini, tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan oleh Rafols agar bisa menembus skuad Spanyol. Faktanya, peluang Laura Rafols untuk memasuki skuad Spanyol sangatlah sulit apalagi Quereda memiliki beberapa nama favorit jelas juga Rafols akan tersingkir dari daftar tunggu kiper di La Absoluta.

Apa yang terjadi pada Laura Rafols saat ini sontak mengingatkan lagi pada Victor Valdes. Memang tidak mudah menjadi kiper Barcelona. Walaupun setiap musim tampil dengan rasio kebobolan paling sedikit di Liga Spanyol, toh itupun tetap tak menjamin posisi seorang Laura Rafols untuk berkesempatan bermain di level Internasional bersama timnas Spanyol. Justru saat ini Spanyol memiliki masalah di sektor pertahanan mereka, dan seharusnya juga Nacho Quereda sadar bahwa La Absoluta Spanyol butuh kiper paling dinamis seperti Laura Rafols, disamping memiliki bek yang mumpuni juga. Ah Quereda !

Retno Nino – Mahasiswa Vokasi Akuntansi Semester 5 di Universitas Brawijaya Malang yang mencintai sepakbola wanita. 2011 adalah tahun awal mengikuti sepakbola wanita sampai menemukan banyak relasi dari banyak negara, karena itu akhirnya menjadi founder di womensoccerid.wordpress.com dan co-founder dari @womenfootie_id di Twitter. Fokusnya terpusat pada sepakbola wanita di Jerman, Australia, BeNe League, Skandinavia dan Spanyol. Temui di @theMiniNino untuk lebih jauh dan berdiskusi soal sepakbola wanita. Auf Wiedersehen !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s