Rahasia “Awet Muda” Dari Maider Castillo


2011_09_13 493

Maider Castillo ibarat sebuah institusi sepakbola Spanyol. Sedikit orang yang mampu berbicara lebih baik daripada dirinya mengenai lambatnya perkembangan sepakbola perempuan Spanyol dalam 3 dekade terakhir. Kapten Levante berusia 38 tahun ini ingin gantung sepatu di puncak karirnya dan ingin meraih kesuksesan yang menghiasi perjalanan karirnya.

Maider memiliki “gen sepakbola”. Ia adalah anak dari mantan pemain Eibar, Jesús María Castillo “Txitxia”. Maider menendang bola sejak berusia 3 tahun dan bermain secara profesional sejak usia 13 tahun. Setelah bermain di Eibartarrak (1989-1999) dan Torrejón (1999-2001), dia bergabung di Levante. "Di Valencia saya selalu diperlakukan secara profesional. Saya merasa dicintai, dihargai dan merasa menjadi seorang pemain yang lengkap.” Ia sempat mendapatkan banyak tawaran dari klub klub lainnya dan sempat ragu apakah ingin meninggalkan Levante atau tidak. Tetapi ia selalu memilih Levante. Dengan Levante, Maider telah mengantarkan Levante meraih 1 gelar Liga dan 4 gelar Copa de La Reina.

Levante pernah berubah dari “sebuah tim yang dijadikan contoh” menjadi “tim yang hidup dalam bayang-bayang”. "Sebelumnya mereka adalah tim yang mengeluarkan banyak uang untuk merekrut pemain dan sekarang, filosofinya adalah mengombinasikan para pemain senior dan pemain muda yang menjanjikan”, jelasnya.

Maider percaya bahwa kesuksesan dari performanya yang seperti pemain muda adalah "menjaga kesehatan dan menikmati setiap pertandingan dan latihan". Maider menjadi bagian dari timnas Spanyol yang merebut tempat ketiga di Piala Eropa 1997: "Setelah kesuksesan itu yang seolah menjadi titik tolak dari perjalanan sepakbola perempuan, semua berakhir tanpa hasil. Semoga dengan lolosnya ke Piala Dunia menghasilkan kompetisi profesional dan pengakuan yang telah lama kami perjuangkan”.

Meskipun Maider tidak mengatakannya dengan tegas, ia mengisyaratkan bahwa musim ini menjadi musim terakhirnya. "Saya ingin pensiun dalam performa terbaik dan memenangi Copa de La Reina akan menjadi sentuhan akhir yang sempurna", katanya. "Satu-satunya “batu sandungan” saya adalah tidak memiliki pengalaman bermain di luar Spanyol. Saya sempat berlatih selama 3 bulan di Jepang, tapi akhirnya mereka tidak merekrut saya”, tambahnya.

Memegang gelar Sarjana Pendidikan Jasmani dengan lisensi kepelatihan UEFA Pro, masa depan Maider tetap terkait dengan sepakbola. "Saya ingin bekerja dengan para pemain muda Levante dan membantu mendidik anak anak perempuan yang ingin bermain sepakbola. Saya ingin menawarkan sebuah kesempatan yang tidak saya dapatkan di masa kanak kanak saya", kata pemain paling senior di Liga Spanyol ini.

 

Wulan Kusuma Wardhani

SUMBER : Marca.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s