UD Tesorillo Meminta Maaf Kepada Wasit Laura Jimenez


1425615865_471166_1425615981_noticia_normal

Pada hari Selasa lalu (3/3), Union Deportiva Tesorillo mengeluarkan sebuah pernyataan untuk menegaskan sikap mereka mengenai ketidaksetujuan terhadap tindakan penghinaan berbau seksis terhadap asisten wasit, Laura Jiménez de Los Galanes Cachafeiro, selama pertandingan pada ajang kompetisi regional divisi dua Andalusia (Segunda Division Andaluza) antara UD Tesorillo dan Jedula. Pertandingan ini sendiri dimainkan pada tanggal 22 Februari lalu dan berakhir dengan kemenangan Jedula dengan skor 0-3. Pihak klub Tesorillo menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh sebagian kecil dari para penonton tidak mewakili penggemar mereka secara keseluruhan.

Pada hari Senin (2/3), Diego Quiros, juru bicara UD Tesorillo, telah mengkritik perilaku para penonton maupun para pemain yang memicu adanya pengaduan dari Persatuan Wasit Andalusia. Dalam pernyataan organisasi ini, disebut adanya kalimat hinaan (yang diterima oleh Laura) seperti: “Semoga Franco (diktator Spanyol pada masa lalu) kembali dan memerintahkan kalian semua (perempuan) untuk kembali ke dapur, yang adalah tempat kalian”.

Sebagian kecil penonton itu seolah tidak menikmati sepakbola, melainkan mengeluarkan hinaan. “Secara psikologis, ini adalah pertandingan terburuk dalam hidup saya. Saya mengakhiri pertandingan ini dengan kondisi psikologis yang sangat tidak baik. Sejujurnya, baik rekan-rekan (perempuan) saya maupun saya telah terbiasa dengan mereka yang melontarkan kata-kata “penuh kekejaman”. Mereka menghina kami sebagai wasit atau perempuan, tetapi hal yang terjadi pada pertandingan ini sangatlah keterlaluan. Tidak semua pertandingan selalu seperti ini, hanya di beberapa stadion saja”, kata Laura.

Melalui akun facebook-nya, Laura Jimenez mengungkapkan kekesalannya karena situasi ini: “Penghinaan ini dilakukan oleh laki-laki dan bahkan yang lebih saya sayangkan, penghinaan ini juga dilakukan oleh perempuan. Selama 90 menit, saya tidak mendengar penghinaan mengenai bagaimana kepemimpinan saya sebagai wasit, semua terbatas pada hal-hal yang mendiskreditkan saya sebagai perempuan”.

Setelah adanya pernyataan ini, UD Tesorillo merilis sebuah pernyatan yang menyesalkan kejadian itu. “UD Tesorillo menolak dan sangat mengutuk tindakan tersebut, karena itu kami meminta maaf secara terbuka kepada asisten wasit pada khususnya [Laura Jiménez] dan seluruh wasit pada umumnya.”

“Kami ingin menunjukkan bahwa penghinaan itu dilakukan oleh sebagian kecil penonton, yang sama sekali tidak mewakili penggemar kami yang luar biasa, dan terlebih orang-orang dari San Martin del Tesorillo”, kata mereka. “Direksi yang terdiri dari sedikit orang tidak mungkin bisa mengontrol sikap tercela dari beberapa penonton”.

Federasi Sepakbola Andalusia telah menjatuhkan sanksi denda sebesar 50 euro, jumlah yang sama dengan bayaran yang diterima Laura sebagai wasit pada pertandingan itu. “Sejujurnya, ini adalah sebuah kekonyolan, tetapi ini adalah urusan Federasi Sepakbola Andalusia, bukan urusan saya. Saya tidak akan “down” karena hal ini, justru sebaliknya : jika saya dihina, disana saya akan membuktikan bahwa saya mampu. Saya akan terus (memimpin pertandingan) dan membungkam hal semacam itu”, kata Laura .

Wulan Kusuma Wardhani

Sumber : europasur.es dan MARCA.com

About Wulan

Rebel, sports lover, amateur goalkeeper, urban cyclist, feminist, and environmentalist. Media worker. Stubborn, outspoken, and sarcastic. I like travelling (on budget) and reading article or books about politics, history, sports, and environment. Contact : wulanlunablog@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s