Paola Soldevila: “(Bergabung) Ke Tim Nasional Spanyol Adalah Mimpi Saya dan Saya Berjuang Untuk Mempertahankannya”


2094660_w2

Paola Soldevila (kelahiran Porrera, Tarragona, 1996) memiliki gen sepakbola. Cucu, anak, dan saudara dari para pesepakbola (sang kakak adalah Albert Soldevila yang saat ini bermain di Velez Malaga) ini menghadapi pertandingan kualifikasi Piala Eropa U-19 yang diadakan di Portugal dengan penuh semangat. Kualifikasi ini haruslah membawa mereka lolos ke putaran final yang akan diadakan di Israel.

Tim nasional U-19 asuhan Jorge Vilda ini akan melakukan debutnya pada hari Sabtu ini melawan tuan rumah, Portugal. Pada hari Senin (6 April 2015), mereka akan menghadapi Turki dan akan memainkan pertandingan terakhir pada hari Kamis (9 April 2015) menghadapi Finlandia. “Kami bekerja keras untuk lolos ke Israel, tetapi kami harus fokus pada pertandingan pertama menghadapi Portugal, dan kemudian kita akan berpikir jauh ke depan. Melakukan suatu hal secara bertahap adalah hal yang tepat karena dengan target jangka pendek, segala sesuatu berjalan jauh lebih baik. Saya bermain sebagai bek tengah, tetapi di tim nasional pelatih meminta saya untuk bermain sebagai bek sayap. Saya bermain di posisi sebagaimana yang diinginkan oleh pelatih”.

Paola bermain sebagai bek tengah di klub Sant Gabriel. Meskipun bermain sebagai bek sayap di timnas, dia telah meraih prestasi brilian bersama “La Roja”, yaitu menjadi juara ketiga Piala Eropa U-17 dan runner up (Piala Eropa) U-19. Ia mengakui bahwa bergabung dengan timnas adalah mimpi terbesar yang menjadi kenyataan : “Berada di sini adalah sesuatu yang saya tidak mampu saya jelaskan. Sejak kecil saya bermimpi untuk bergabung dengan tim ini dan agar saya diwawancarai. Saya telah 2 tahun berada disini. Pada saat saya bergabung, saya masih bermain di Nastic de Vals. Memanggil pemain yang bermain di sebuah klub yang sangat kecil adalah hal yang sulit dan saya berhutang budi kepada pelatih saya. Mimpi ini menjadi kenyataan dan sekarang saya ingin berada disini lebih lama lagi”.

Selain bermain di timnas, Paola juga bermain di sebuah tim di divisi utama, Sant Gabriel, yang sedang berjuang untuk tidak terdegradasi. Situasi timnya membuatnya dewasa : “Semua klub berada dalam kondisi keuangan yang buruk, tetapi situasi kami jauh lebih buruk. Kami harus berjuang karena ini adalah sebuah klub yang telah memberikan segalanya kepada para pemain dan jika saat ini mereka tidak dapat (memberikan segalanya), kami harus membalasnya dengan bermain baik. Klub kami telah memperkuat diri dan kami sedang berusaha untuk memberikan yang terbaik dari diri kami dan kami sedang mendapatkan hasil yang baik. Kami tidak ingin menyerah”.

Kakaknya yang berusia setahun lebih tua, Albert, dan ayahnya, memberikan saran yang penting di dunia sepakbola. “Ayah saya selalu memperlakukan kami berdua dengan setara. Kami pergi bersamanya ke lapangan sepakbola dan dia melatih kami seperti pelatih kami. Albert dan saya pernah bermain di jalanan, tetapi sekarang kami hanya bermain playstation bersma. Kami berdua saling memberikan banyak dukungan. Dia menyarankan saya untuk menikmati dan bekerja keras dan dia sangatlah bangga dengan saya yang berada di timnas.

Wulan Kusuma Wardhani

Sumber : As.com

About Wulan

Rebel, sports lover, amateur goalkeeper, urban cyclist, feminist, and environmentalist. Media worker. Stubborn, outspoken, and sarcastic. I like travelling (on budget) and reading article or books about politics, history, sports, and environment. Contact : wulanlunablog@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s