Seorang Anelka di Dunia Sepakbola Perempuan


1427903891_extras_noticia_foton_7_1

Didier Anelka selalu menjadi pecinta olahraga. Ia jatuh cinta kepada golf, squash dan sepak bola. Di sepakbola, ia sempat mengambil jalan untuk menjadi pemain profesional namun tidak beruntung. Lalu ia menemukan cara untuk mencari uang dengan cara menjadi agen dari sang adik, Nicholas Anelka, seorang penyerang yang sempat memperkuat tim nasional Perancis dan bermain di 6 negara serta 12 tim. Ada alasan mengapa Didier sering terlihat di Madrid. Selain karena pekerjaannya sebagai agen pemain, ia juga menemukan peluang untuk menjadi pelatih pribadi di Retamares Casino Club de Golf dan saat ini dia menjadi pelatih sepakbola di tim perempuan Atletico Torrejón.

Ketika Nicolas Anelka menandatangani kontrak dengan Real Madrid di musim panas 1999, hidup Didier berubah. Ia jatuh cinta dengan kota Madrid dan menetapkan kota ini sebagai salah satu tempat tinggalnya. “Saat ini saya tinggal di sini, meskipun saya menganggap diri saya sebagai warga Eropa dan dan tidak menutup kemungkinan pindah ke setiap kota di dunia”, katanya.

Dikatakan bahwa mereka yang pernah menjadi pesepakbola selalu membawa sepakbola dalam dirinya dan tidak terkecuali dalam kasus Didier. Didier mengikuti kursus kepelatihanan di bawah bimbingan María Teresa Gómez, dosen Universitas Europa de Madrid, dalam rangka untuk mendapatkan sertifikat pelatih tingkat pertama dan memulai karirnya di bangku kepelatihan. “Pengalaman saya sebagai seorang pemain adalah hal yang penting ketika saya duduk di bangku kepelatihan. Anda akan memiliki sebuah visi permainan yang berbeda dengan rekan-rekan anda yang lain”, kata Didier. “Kursus ini telah memperkaya saya karena sebelumnya saya memiliki visi yang cukup terbatas sebagai pelatih. Seorang pelatih adalah orang penting di sebuah tim yang dilengkapi dengan serangkaian keterampilan personal, keterampilan konseptual, teknik, dan manajemen kelompok , yang kadang tidak selalu diapresiasi”, tambahnya.

Pelajaran terakhir dari kursus kepelatihan ini adalah praktek. Didier sedang melakukannya sebagai asisten pelatih klub Atletico Torrejón, belajar dari Lolo Merinero. “Sepakbola perempuan adalah sebuah olahraga yang “terhormat’ sebagaimana olahraga lainnya dan memiliki masa depan yang sangat cerah. Saya diterima dengan sangat baik di tim ini dan saya bersyukur karena diberikan kesempatan untuk menjalani sebuah petualangan yang sangat menarik”, kata Didier.

Ketika ditanya mengenai masa depannya, Didier mengalihkan topik dan mengatakan bahwa “sepak bola adalah seperti kehidupan , anda selalu belajar dan tidak ada hal yang tetap”. Meskipun demikian, Didier tidak menutup kemungkinan untuk berkarir sebagai pelatih. Untuk saat ini, Didier mengetahui bagaimana mendapatkan tekanan dari orang orang yang mengenalinya di lapangan dan beberapa dari mereka mendekatinya untuk berfoto bersama atau meminta tanda tangan. “Membawa nama keluarga Anelka adalah sebuah beban yang mengharuskan anda untuk lebih membuktikan diri anda di dunia sepak bola.

Wulan Kusuma Wardhani

Sumber : Marca.com

About Wulan

Rebel, sports lover, amateur goalkeeper, urban cyclist, feminist, and environmentalist. Media worker. Stubborn, outspoken, and sarcastic. I like travelling (on budget) and reading article or books about politics, history, sports, and environment. Contact : wulanlunablog@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s