[PROFIL NWSL 2015] PORTLAND THORNS


thorns-fc-small-logo

Menjadi juara di musim inagurasi NWSL di musim 2013, namun harus susah payah kembali ke play-off musim lalu. Portland Thorns musim ini cukup percaya diri karena Paul Riley membangun kekuatan lebih baik lagi, sebenarnya Riley adalah satu dari tiga pelatih yang mampu menyulap klub saat musim liga bergulir bersamaan dengan Piala Dunia Wanita. Namun musim perdananya bersama Thorns musim lalu, terlambat panas di paruh musim, serta kehilangan beberaapa bintang seperti Alex Morgan dan Tobin Heath sedikit menyusahkan. Bagaiman perjalanan mereka musim ini?

RANGKUMAN MUSIM 2014

36 Poin / 24 Laga (Peringkat Klasemen: 3 // Championship: Semifinalis)

Menang 10 kali – Seri 6 kali – Kalah 8 kali

Agretivitas Gol: +5 (Memasukan 39 Gol : Kemasukan 35 Gol)

SKUAD LENGKAP MUSIM 2015

Setiap tim hanya diizinkan autoritas NWSL mendaftarkan 20 pemain untuk kompetisi penuh dalam semusim. Kemudian 18 pemain akan menjadi jatah setiap klub yang digunakan di tiap pertandingan (11 starter + 7 cadangan)

untitled

[sumber: http://www.timbers.com/thornsfc – grafik disusun oleh Penulis]

WHO IS MISSED ?

Veronica Boquete

Veronica Boquete

Vero Boquete merupakan salah satu pemain yang memberikan dampak besar bagi Portland Thorns musim lalu. Paul Riley sendiri menilai kepergian Vero adalah salah satu biggest loss bagi Thorns FC. Pemain internasional Spanyol yang datang di paruh musim menjadi nyawa permainan Thorns yang kerap dirundung ketidakberuntungan di awal-awal musim. “El Mago” atau “Si Penyihir” menjadi julukan yang disematkan para PDX Riveters, supporter Portland Thorns, atas kepiawaiannya di lapangan. 4 gol dari 15 pertandingan yang dilakoninya musim lalu begitu berarti. Berat baginya untuk kembali dari Eropa, kecuali jika Thorns mengamankan satu tempat di play-off, Vero mungkin akan berpikir untuk keluar dari FFC Frankfurt dan bermain di Amerika Serikat seusai Piala Dunia Wanita.

Jessica McDonald

Jessica McDonald

Ketika Alex Morgan tak dapat memperkuat Thorns di awal musim lalu, nama Jessica McDonald sempat mencuat ke permukaan. Kecepatan dan teknik permainannya membuat dirinya dengan cepat merebut hati para supporter. Pun demikian 11 gol yang dilesakkannya di setiap laga di musim reguler menjadi tanda Dia adalah striker berbahaya. Sayang Riley tak mampu mengamankannya, padahal musim ini dirinya bisa lebih bersinar kala Thorns harus kehilangan duet Morgan – Sinclair di Piala Dunia.

WHO TO WATCH ?

Genoveva Anonma

Genoveva Anonma

Tak ada pemain wanita Afrika yang setenar dirinya selama beberapa tahun ke belakang. Pemain internasional Guinea Khatulistiwa ini menjadi salah satu pemain yang mampu menancapkan kukunya di Eropa. Setelah bermain untuk klub besar Mamelodi Sundowns (Afrika Selatan) per 2009 Ia dipinang USV Jena salah satu klub di Jerman dan kemudian pindah ke klub yang lebih besar yakni Turbine Potsdam dua tahun setelahnya. Nama ‘Ayo’ menjadi tenar di negaranya, menjadi legenda di tanah kelahirannya. Bersama timnasita Guinea Khatilistiwa ia telah mencetak 18 gol dari 32 penampilan.

McCall Zerboni

McCall Zerboni

Sebuah berkah tersendiri bagi Portland Thorns mendapatkan gelandang WNY Flash musim ini. Zerboni sendiri bahkan mencetak gol indah ke gawang Thorns saat Flash mempermalukan Thorns di kandangnya tahun lalu. Zerboni merupakan pemain berbakat dan serba bisa, salah satu kekuatannya adalah dalam eksekusi bola mati. Lulusan UCLA yang sempat membela Atlanta Beat ini mungkin masih kalah tenar dari Carli Lloyd atau Lauren Holiday, namun pergerakannya harus tetap diwaspadai!

PREDIKSI PERMAINAN DI 2015

POR

Di 2011 Paul Riley sukses bersama Philadelphia Independence, bersama Jim Gabarra (Sky Blue) dan Aaran Lines (Western new York Flash) sesungguhnya pria berkepala plontos asal Inggris ini layak diacungi jempol. “Semua orang menderita, karena musim ini akan seperti marathon bukan sprint” kata Riley tentang liga yang bergulir bersamaan dengan WWC kepada EqualizerSoccer.com.

Kat Williamson kembali ke Thorns setelah musim lalu bermain untuk WNY Flash. Riley melihatnya sebagai pemimpin di lini belakang da tentunya di tim ketika Sinclair absen. Kat sendiri telah diserahkan ban kapten sejak hari pertama pre-season. Selain ingin mengulang sukses Cindy Parlow Cone di 2013, Riley memilih untuk mengevaluasi para pemain yang tidak bermain di World Cup sebagai kekuatan utama mereka salah satunya gelandang serba bisa McCall Zerboni yang juga datang bersama Kat.

Prediksi Starting XI : Angerer; Menges, Williamson, Johnson, Niemiec; Shim, Heath, Long, Zerboni, Morgan, Sinclair.

Lini tengah nampak mengalami banyak perubahan karena ketiadaan Veronica Boquete juga Sarah Huffman yang memutuskan pensiun musim lalu akan membawa dampak negatif bagi kedalaman lini tengah. Walaupun kombinasi Zerboni dan Long akan menjadi duet terberat di NWSL.

Ketika beberapa bintang utama mereka pergi ke WWC 2015 seperti Nadine Angerer, Alex Morgan, Christine Sinclair, Tobin Heath serta dua pemain Kanada yang baru didatangkan Kaylyn Kyle dan Rhian Wilkinson tentu akan meninggalkan lubang yang cukup dalam bagi Thorns. Kendati demikian beberapa nama muda seperti Courtney Niemiec, Mana Shim, serta striker muda Hannah Terry yang baru mendapat jatah 8 menit bermain musim lalu akan menjadi tumpuan sepanjang musim. Menarik melihat perjalanan mereka, akankah Portland Thorns di bawah Paul Riley kembali ke track yang benar? [sd]

2 thoughts on “[PROFIL NWSL 2015] PORTLAND THORNS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s