Ostaiska Egia: Para Perempuan Harus Terus Membuktikan Diri


1429259300_extras_noticia_foton_7_1

Tidaklah mudah menjadi seorang perempuan untuk meraih kesuksesan di sebuah dunia yang dikelilingi oleh laki laki. Sepakbola, pada saat ini, tetap menjadi “dunia laki laki” tetapi disana muncullah seorang kepala layanan medis tim putra Eibar yang adalah seorang perempuan. Ostaiska Egia telah berada di tim putra Eibar selama 3 tahun dan hubungannya dengan semua pemain sangatlah baik. Selain memiliki pengetahuan yang luas di bidang kedokteran olahraga, dia juga dipercaya secara pribadi dan profesional.

Dia bekerjsama dengan Gaizka Garitano untuk berusaha menjaga skuadnya. Menjadi seorang perempuan di dunia sepakbola bukanlah hal yang mudah. Sambil tertawa, Ostaiska sendiri mengakui bahwa dia harus mendengar “banyak kebiadaban” di lapangan pertandingan.

“Saya teringat pertandingan di pekan ke-2 liga Spanyol di Vicente Calderon. Di belakang saya ada sekelompok kecil penonton yang terus berteriak agar saya memijat mereka, hingga saya menengok ke arah mereka dan mengatakan kepada mereka bahwa saya tidak memijat karena saya adalah dokter tim. Mereka tidak mengetahui hal itu”, katanya sambil tertawa.

Ostaiska berbicara lebih lanjut dan mengatakan bahwa tidak hanya dunia sepak bola yang penuh dengan seksisme. “Sayangnya, saya pikir ini adalah masalah di dunia olahraga pada umumnya. Lihatlah apa terjadi pada Gala Leon (Gala Leon adalah seorang mantan petenis putri yang diangkat menjadi kapten tim Piala Davis Spanyol. Pengangkatannya sempat mendapatkan komentar pedas hanya karena dia adalah seorang perempuan yang menjadi kapten tidak bermain di Davis (timnas tenis putra) Spanyol). Adalah sebuah hal yang memalukan bahwa di abad ini, kami (para perempuan) harus terus membuktikan diri hanya karena kami adalah seorang perempuan, tapi begitulah”, katanya dengan tegas.

Ostaiska mengetahui bahwa perempuan lebih banyak menglami kesulitan dan dia menceritakan sebuah kisah. “Saya mengenal seorang perempuan yang menjadi manajer sebuah perusahaan event organizer acara olahraga dan ketika menghadiri pertemuan, orang orang selalu mengatakan kepadanya: “Baiklah, cantik, kami telah berbicara kepada anda dan sekarang telponlah atasan anda agar datang untuk makan bersama dan membuat kesepakatan”. “Sayangnya, itulah yang terjadi. Saya akan menanggapi hal itu dengan bercanda karena anda tidak dapat melakukan apapun, meskipun pada prinsipnya anda marah”, katanya.

Di Eibar, Ostaiska merasa menjadi bagian dari timnya. Dia sama sekali tidak pernah mengalami masalah hanya karena dia adalah seorang perempuan di ruang ganti yang dipenuhi oleh laki laki. “Sepanjang mereka menyukai saya dan mengapresiasi pekerjaan saya, saya senang. Dan mereka menjaga saya dengan sangat baik. Sejak awal, saya merasa sangat baik dan merasa dicintai oleh semua personil klub”, katanya.

Meskipun Garitano jarang dapat mengandalkan semua skuadnya, Ostaiska mengomentari bahwa dalam hal kesehatan, timnya berada dalam kondisi yang baik. “Untuk ritme yang sangat tinggi di divisi utama ini dan mengingat keterbatasan kami dalam segala aspek, saya pikir tim ini berada dalam kondisi yang baik. Pastinya ada kasus cedera tetapi mereka yang dapat berlatih berada dalam kondisi yang cukup baik”, katanya.

Dia bahagia dengan pekerjaannya dan hal itu terlihat. Dia memancarkan optimisme ketika seseorang berbicara padanya. Dan dia memiliki filosofi yang jelas. “Saya mengingat kata kata yang diucapkan oleh ayah saya : “Hal yang cukup menjengkelkan adalah ketika anda mendengar alarm berbunyi setiap pagi, untuk kemudian melakukan sesuatu yang tidak anda sukai”. Saya mengingat kata kata ini di dalam pikiran saya. Ada juga hari hari yang lebih baik dan lebih buruk, tapi kita harus mencari sisi positif”, kata sang dokter.

Ostaiska memperpanjang kontraknya dengan klub setiap musimnya, sehingga pada bulan Juni dia akan kembali mendapatkan tawaran. “Saya senang. Selain itu, saya telah tim ini promosi sebanyak 2 kali dan debut mereka divisi utama. Hal apa lagi yang dapat saya minta?”, katanya.


Keterangan lainnya :

Ostaiska Pernah Menjadi Dosen Garitano Dalam Kursus Kepelatihan

 

Karir Ostaiska Egia lebih dari sekedar di dunia sepakbola. Setelah mengambil spesialisasi di bidang kedokteran olahraga, dia mengajar di Fakultas Humaniora dan Ilmu Pendidikan di Universitas Mondragon, termasuk di Pusat Pendidikan olahraga (di universitas itu), dimana dia menjadi dosen dari Gaizka Garitano di kursus kepelatihan level 3 tingkat nasional, juga menjadi dosen Ander Iturraspe dan Alain Gandiaga (pelatih fisik tim putra Eibar). Ostaiska juga pernah menjadi penanggung jawab external service layanan medis Yayasan Athletic Club dan pernah memimpin pusat kedokteran olahraga di Amorebieta, dimana dia melakukan pemeriksaan kepada para pemain klub Eibar dan klub Amorebieta, diantaranya.


 

Wulan Kusuma Wardhani (@csi_wulan).

Sumber : Marca.com

About Wulan

Rebel, sports lover, amateur goalkeeper, urban cyclist, feminist, and environmentalist. Media worker. Stubborn, outspoken, and sarcastic. I like travelling (on budget) and reading article or books about politics, history, sports, and environment. Contact : wulanlunablog@gmail.com

One thought on “Ostaiska Egia: Para Perempuan Harus Terus Membuktikan Diri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s