Profil Peserta Piala Dunia Wanita 2015 – Grup C: Ekuador


Ecuador-womens-football-team-players-for-FIFA-womens-2015-world-cup

Piala Dunia Wanita FIFA sudah memasuki hari ketiga, kali ini Kanada menjadi tempat perhelatan akbar empat tahunan tersebut. 24 negara dan 552 pemain akan bersaing menjadi tim dan individu-individu terbaik. Satu diantaranya adalah Ekuador yang lolos ke Piala Dunia Wanita untuk pertama kalinya. Ekuador lolos lewat babak playoff setelah mengalahkan Trinidad & Tobago untuk memastikan tiket terakhir di Piala Dunia Wanita 2015.

Pengantar

Tahun 2014 menjadi sejarah penting buat Ekuador. Mengingat pada Juni, Ekuador berada di ranking 125 FIFA, setelah itu naik drastis ke peringkat 46 FIFA saat menjadi tuan rumah Copa America Femenina 2014 dan finis di peringkat ke 3 untuk berlaga di babak play-off menghadapi Trinidad Tobago. Kemudian mengalahkan Trinidad & Tobago yang menjadi favorit banyak orang untuk lolos ke Piala Dunia Wanita 2015 lewat gol sundulan dari Monica Quinteros pada menit ke 91 di leg kedua.

Arrauz

Motto yang dipakai oleh Ekuador pada Piala Dunia Wanita perdana mereka adalah “nothing will stop us”, yang menjadi motivasi besar bagi Quinteros dan kawan-kawan. Pelatih Ekuador, Vanessa Arauz menjadi pelatih termuda dalam sejarah Piala Dunia Wanita di usianya yang masih 26 tahun. Ya, tahun yang sebenarnya menjadi tahun produktif bagi seorang pesepakbola.

ECU

Skuad Ekuador di Piala Dunia Wanita 2015 [sumber: wikipedia.org]

Arauz memilih skuad Ekuador yang sebelumnya pernah bermain di tim U20, jadi tidak akan mengejutkan pula seperti apa ekspetasi dari Ekuador nanti. Semua pemain Ekuador bermain untuk liga lokal di Ekuador. Nancy Aguilar menjadi pemain yang paling senior di skuad Ekuador dengan usia 29 tahun.

Player To Watch

Gianina Lattanzio

giannina_lattanzio_tri_femenina_2014

Lahir di Italia, Latanzio kemudian hijrah ke Ekuador saat usianya masih 18 tahun. Memiliki teknik bermain yang bagus terutama ia pernah bermain di Serie A Italia. Ia juga memiliki kelebihan pada crossing dan ball possession yang mumpuni.

Mariela Jacome

ECU

Mariela Jacome pernah bermain untuk St John saat masih di level college. Usianya masih cukup muda, 19 tahun. Jacome memiliki kemampuan teknik yang bagus plus fokus dan kerja kerasnya juga menjadi kelebihan untuk skuad besutan Vanessa Arauz ini. Ia bisa bermain di posisi tengah disamping posisi utamanya adalah penyerang

Gaya Bermain dan Prediksi

Ekuador bermain memakai formasi standar dan semua pemain bermain di liga lokal dan memiliki gaya bermain yang sama yang tidak terlalu kuat, tetapi merupakan tipikal pekerja keras dan memiliki determinasi yang bagus. Vanessa Arauz adalah wanita pertama yang lulus dari insitut sepakbola di Ekuador dan telah menukangi skuad Ekuador sejak tahun 2013. Ekuador hanya mencetak 7 gol dari 7 laga selama Copa America tahun lalu, namun siap mengejutkan lawan di Grup C.

Formasi yang diterapkan oleh Arauz adalah 4-4-2. Terkadang tim ini menjadi tidak teratur sehingga jarang sekali menguasai bola. Para pemain Ekuador harus berhati-hati untuk mempertahankan posisi dan tidak bisa lengah. Skuad ini akan diuji selama Piala Dunia Wanita 2015, lawan Kamerun akan menjadi ujian pertama bagi skuad Arauz.

isdsdx

Ekuador tidak terlalu banyak ekspetasi untuk lolos dari Grup C, bahkan lolos ke Piala Dunia Wanita 2015 saja sudah menjadi pencapaian luar biasa bagi skuad Vanesa Arauz ini. Dengan berlaga di Piala Dunia Wanita pertama inilah, diharapkan menjadi momentum yang pas untuk mengembangkan sepakbola wanita di Ekuador lebih jauh. [rn]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s