Vero Boquete: Quereda Seperti Seorang Bos yang Merendahkan Anda


ESP-KOR09

Vero Boquete mendarat di Bandara Barajas, Madrid pada hari Sabtu sore (20 Juni) bersama beberapa rekan rekan satu timnya dengan pandangan kosong dan raut wajah lelah. Setelah menuai hasil buruk, “pecahlah” kesunyian para pemain timnas Spanyol. Mereka bertemu dengan Ignacio Quereda, mereka mengatakan kepadanya bahwa mereka menginginkan perubahan dan setelah melihat reaksi sang pelatih, mereka memutuskan untuk mempublikasikan surat terbuka yang mengungkap mengenai kurangnya persiapan tim ini. Kapten tim, Vero Boquete, adalah salah satu dari orang yang dapat dimintai pendapatnya mengenai hal yang telah terjadi.

Tanya (T) : Apakah tidak terlihat seperti seorang pengecut untuk mempublikasikan surat itu sekarang?

Jawab (J) : Jika kami melakukannya sebelum Piala Dunia, maka akan ada anggapan : “Mereka (timnas Spanyol) tidak fokus seperti seharusnya yang mereka lakukan”. Kami tidak berbicara mengenai Piala Dunia ini, kami berbicara mengenai sesuatu yang telah terjadi selama bertahun-tahun dalam kondisi yang sama dan tiba sebuah momen untuk mengatakan “cukup”.

T : Hal spesifik apakah yang tidak diungkap selama ini ?

J : Sejauh ini kami hanya mengangkat masalah teknis, kami tidak ingin mengangkat masalah lainnya seperti perlakuan secara pribadi. Kami tidak masuk ke hal hal yang lebih personal, tetapi jika kami harus mengungkapnya, kami akan mengungkapnya.

T : Bagaimanakah kalian diperlakukan di sesi latihan ?

J : Perlakuan ini tidak tepat. Dia (Quereda) seperti seorang bos yang merendahkan anda. Pekerjaan anda tidak pernah dianggap baik, kesalahan selalu berada di satu pihak (pemain). Kami tidak boleh melayani (wawancara) media karena dia-lah yang mengendalikan segalanya. Dia tidak hanya mengatur mengenai hal hal teknis melainkan juga segala sesuatu harus berada di bawah kendalinya. Kami tidak punya “suara” maupun peran. Kami diperlakukan seperti anak kecil dan kami tidak memiliki kebebasan. Dan juga cara dia memanggil kami : “chavalita” (anak kecil).

T : Apakah metodologi pelatihannya sangatlah kuno?

J : Ya. Tanpa adanya kemajuan dan sangat tidak profesional. Ada hal hal yang tidak boleh terjadi selama latihan seperti : latihan yang kurang serius, monoton, menerima panggilan telepon selama latihan, dan melakukan koreksi hanya kepada 11 pemain serta memperlakukan pemain lainnya seolah-olah mereka bukanlah bagian dari tim ini. Koreksi yang dilakukannya adalah omong kosong dan dilakukan dengan cara berteriak teriak. Struktur pelatihan seperti ini adalah hal yang kuno, seperti yang terjadi di Spanyol pada 30 tahun yang lalu.

T : Apakah dia adalah orang yang seksis?

J : Saya tidak tahu apakah dia adalah orang yang seksis, tetapi dia ingin mengontrol segalanya. Ada komentar dan tindakan yang mungkin tidak nampak seperti tindakan seksis baginya tetapi bagi seorang perempuan, ya, tindakan itu termasuk tindakan seksis.

T : Seperti apakah misalnya?

J : Caranya berbicara. Caranya bertindak seringkali bersifat otoriter. Kami memiliki seorang kepala pers yang harus mengalami kesulitan untuk memberikan keterangan kepada media.

T : Berapa lama anda memikirkan hal ini dan tetap diam untuk tidak mengatakannya?

J : Sejak lama

T : Apakah Quereda harus mengundurkan diri?

J. Kami berpikir begitu. Target tidak terpenuhi dan tim ini telah menyampaikan bahwa kami kehilangan kepercayaan terhadap dirinya.

T : Dia mengatakan ia tidak akan mengundurkan diri.

J : Dia telah mengatakannya dan selain itu dia bersikap tenang dengan hal yang direncanakannya, bahwa dia mengakui tanggung jawabnya dan jika dia harus melakukannya, dia akan melakukan hal yang sama (seperti yang dilakukannya di Piala Dunia). “Dalam tanda kutip”, dia telah mengancam kami, siapa siapa saja tidak yang akan dipanggil olehnya. Kami pikir seharusnya bukan seperti itu caranya (menanggapi permintaan pengunduran dirinya).

T : Apakah semua (yang dikatakan di surat terbuka) ini pernah disampaikan kepadanya sebelum Piala Dunia?

J : Di Murcia kami berbicara dan mengatakan bahwa kami harus berlatih dengan cara yang berbeda yang lebih serius, bahwa kami harus berlatih seperti pertandingan sesungguhnya, dan kami harus mengetahui bagaimana cara kami menyerang dan bertahan. Di Kanada, kami juga mengatakan kepadanya mengenai caranya bertindak dan hal-hal mempengaruhi tim ini dan “membuat lelah” tim ini dan bahwa hal itu harus diubah. Memang benar bahwa dia lebih bersikap santai dan sedikit tenang tetapi hal lainnya tetap tidak berubah.

P. Pelatih mengatakan bahwa 2 pertandingan persahabatan di Murcia dibatalkan (oleh tim lawan)

J : Kami tidak mengetahuinya. Kami juga diberitahu bahwa kami akan melakukan tur ke Amerika Serikat dan bahwa kami akan menghadapi lebih banyak pertandingan persahabatan. Ya, seperti yang dikatakannya, dia telah diberikan (oleh Federasi) segala hal yang diinginkannya. Well, hal itu tidaklah cukup.

T : Bagi pelatih Ignacio Quereda, persiapannya dianggap cukup.

J : Jika pelatih mengeluarkan pernyataan-pernyataan ini dan percaya bahwa semua pekerjaannya telah dlakukan dengan benar dan tepat, jelas bahwa kami berdua tidak berada pada jalur yang sama. Kami menginginkan lebih. Sesuatu yang lebih serius dan lebih profesional.

T : Kalian menyesalkan tidak adanya pertandingan persahabatan menjelang Piala Dunia, perjalanan ke Kanada yang dilakukan hanya beberapa hari sebelum pertandingan pertama, dan metode pelatihan yang kuno. Ini adalah sebuah daftar yang panjang.

J : 90% dari komentar yang kami keluarkan terkait dengan aspek profesional. Pertandingan pertama, saat menghadapi Kosta Rika, kami tidak mempersiapkannya hingga kami tiba di Kanada (4 hari sebelumnya), mengingat bahwa kami hanya berlatih 3 hari dan kondisi fisik kami tidak berada dalam kondisi terbaik karena jet lag.

T : Apakah kalian menaruh harapan pada federasi (sepakbola Spanyol)?

J : Kami percaya bahwa mereka sadar bahwa sepak bola perempuan tidak seperti pada masa 20 tahun yang lalu. Kami mengetahui bahwa kami telah “memulai peperangan”, tetapi di semua peperangan, jika ada dialog, maka akan tercapai sebuah kesepakatan. Kami berharap untuk bertemu agar mereka mendengarkan kami, mengetahui hal yang kami rasakan. Setelah itu mereka-lah yang harus mengambil keputusan.

T : Apakah ada pemain yang berkualitas yang tidak dipanggil ke tim nasional?

J : Mereka tidak dipanggil karena mereka terlalu banyak protes atau karena banyak berbicara meskipun kemudian justifikasinya adalah bahwa hal itu adalah murni karena alasan teknis.

T : Tetapi protes kalian “meluas” ?

J : Dalam daftar (protes), kami dapat menambahkan bahwa tidak ada “kegiatan pemantauan yang dilakukan setiap tahun” terhadap pemain. Timnas lainnya melakukan pemeriksaan fisik sementara kami tidak pernah dites secara fisik. Saya pikir penggemar sepak bola perempuan tidak pernah melihat wajah Quereda muncul pada pertandingan di divisi pertama dan dia tidak pernah memantau kami yang bermain di luar Spanyol. Ada pemanggilan terhadap para pemain yang telah berbulan bulan tidak bermain karena cedera.

T : Akankah anda kembali ke pemanggilan ke timnas dengan Ignacio Quereda?

J : Sekarang hal yang kami tunggu adalah melihat apakah perubahan ini terjadi. Jika tidak, kami akan memutuskan hal apakah yang harus kami lakukan.


Wulan Kusuma Wardhani

Sumber : El Pais.com dan Sport.es

About Wulan

Rebel, sports lover, amateur goalkeeper, urban cyclist, feminist, and environmentalist. Media worker. Stubborn, outspoken, and sarcastic. I like travelling (on budget) and reading article or books about politics, history, sports, and environment. Contact : wulanlunablog@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s