Para Pesepakbola Perempuan Spanyol di Seluruh Dunia


Status sepakbola perempuan di Spanyol tidak sejalan dengan kualitas para pemainnya. Salah satu contoh adalah bahwa semakin lama semakin banyak para pesepakbola perempuan yang menjalani karir di luar Spanyol.

Vero Boquete, Rekrutan Terbaik Di Musim Panas

1432811666boquete-jugara

Saat ini, Jerman menjadi contoh bagi sepakbola perempuan di Eropa. Mereka memiliki liga yang terdiri dari 12 tim, dimana 3 peringkat teratas mendapatkan jatah untuk bertarung di Liga Champions. Setiap pekannya, pertandingan besar biasanya disiarkan di saluran publik Jerman (ZDF) dan streaming melalui website Federasi Sepakbola Jerman (DFB).

Pada musim ini, Liga Jerman “merekrut” kapten tim nasional Spanyol, Vero Boquete, yang dianggap sebagai salah satu pemain terbaik di dunia. Pemain serbabisa ini meninggalkan FFC Frankfurt, yang diperkuat olehnya pada musim lalu dan bergabung dengan Bayern Muenchen, juara bertahan Bundesliga. “Saya telah menghabiskan bertahun-tahun bermain di luar (Amerika Serikat, Rusia, Swedia, Jerman) dan terbiasa berada jauh dari “rumah”, hidup di tempat yang berbeda, berkompetisi di liga yang berbeda. Saya saat ini Jerman memiliki liga paling lengkap dan paling kompetitif”.

Liga Inggris : “Spanish Arsenal” dan Jade Boho

Inggris adalah contoh paling nyata dari bagaimana mengubah sebuah liga amatrir menjadi sebuah liga profesional. Setelah melalukan restrukturisasi pada tahun 1991, Inggris menjadi negara yang paling berkomitmen dengan sepakbola perempuan , dengan anggaran sebesar 15 juta euro yang ditetapkan oleh federasi. Liga Inggris terdiri dari 8 tim, dimana ke-2 tim teratas lolos ke Liga Champions. Pertandingan liga disiarkan di stasiun TV BBC Sport dan semua rangkuman pertandingan, gol- gol, momen terbaik, wawancara dan laporan juga ditayangkan.

Marta Corredera saat bergabung dengan Arsenal Ladies
Marta Corredera saat bergabung dengan Arsenal Ladies

Jika ada tim yang paling banyak diperkuat oleh para pemain Spanyol, maka tim itu adalah Arsenal Ladies. Tim ini pun dilatih oleh orang Spanyol, Pedro Martinez Losa. Tiga pemain asal Spanyol yang bergabung dengan tim ini adalah Natalia Pablos, Vicky Losada dan Marta Corredera . “Sepak bola Inggris sangatlah ‘menuntut’ dan ‘mengharuskan’ anda untuk melakukan yang terbaik setiap pekan. Apabila dibandingkan dengan Liga Spanyol, dapat dikatakan bahwa ini adalah sebuah kompetisi yang lebih mengandalkan fisik tanpa adanya perbedaan besar antara tim tim yang berpartisipasi. Anggaran klub klub semakin besar, dibayarkan gaji yang lebih tinggi dan para pemain non Inggris dianggap berkualitas tinggi”, kata Natalia.

Jade Boho saat memperkuat Bristol Academy
Jade Boho saat memperkuat Bristol Academy

Seratus sembilan pulih kilometer dari London, ada kota bernama Bristol, sebuah kota yang memiliki 430.000 penduduk yang timnya telah menjadi salah satu kejutan pada beberapa musim terakhir berkat sumbangan para pemain Spanyol : Natalia Pablos, Laura del Rio, Keka Vega, dan Judith Fernandez. Saat ini, hanya ada 1 pemain asal Spanyol, yaitu Jade Boho, yang merasakan petualangan pertamanya di luar Spanyol.

Perancis, “Permata” yang Baru Muncul

Perancis adalah negara lain yang sedang memprofesionalisasi kompetisi sepakbolanya (federasi sepakbola Perancis menginvestasikan 10 juta euro). Hasilnya terlihat di level klub maupun tim nasional. Kompetisi Divisi Utama Liga Perancis terdiri dari 12 , dimana 2 peringkat teratas lolos ke Liga Champions. Minimal 1 pertandingan disiarkan oleh Eurosport dan kemudian juga disiarkan rangkuman gol gol dan momen momen terbaik.

Virginia Torrecilla saat bergabung dengan Montpellier
Virginia Torrecilla saat bergabung dengan Montpellier

Pada musim ini, negara yang bertetangga dengan Spanyol ini merekrut 3 pemain asal Spanyol: Virginia Torrecilla (direkrut dari Barcelona oleh Montpellier), Patricia Martinez (ASPTT Albi), dan Judith Fernandez (direkrut dari Sant Gabriel oleh FC Temblay, yang bermain di divisi dua). “Saya meninggalkan Spanyol karena saat ini kami tidak memiliki liga profesional. Saya menghabiskan 3 musim yang mengagumkan di Barcelona. Saya sangat berterimakasih karena mereka membantu saya berkembang secara profesional dan pribadi, tetapi saat ini saya telah membuka lembaran baru dan saya memiliki antusiasme untuk perjalanan baru ini di Montpellier, “kata Virginia.

Amerika Serikat, Antara Profesionalisme dan Studi

Amerika selalu dianggap sebagai tempat terbaik bagi sepakbola perempuan. Disana, sepakbola dianggap sebagai olahraga perempuan kompetisi mereka diperkuat oleh para pemain terbaik dunia. Untuk gaji pemain, pemasaran, dan pengakuan, Amerika Serikat adalah liga sepakbola perempuan terbaik.

Laura Del Rio saat ini memperkuat Washington Spirit pada musim NWSL 2015.

Ada beberapa pemain Spanyol yang pernah bermain di tim elit Amerika Serikat (Laura del Río, Vero Boquete, Adriana Martin, Vicky Losada, dan Sonia Bermúdez). Satu satunya yang masih bermain disana adalah Laura del Río, yang menjalani musim keduanya dengan Washington Spirit.

Celia Jimenez saat ini memperkuat Alabama Crimson Tide di NCAA.
Celia Jimenez saat ini memperkuat Alabama Crimson Tide di NCAA.

Salah satu tren terbaru di Spanyol adalah pindah ke Amerika Serikat untuk memanfaatkan kompetisi sepakbola universitas sambil belajar. Contoh terbaik adalah Celia Jimenez, pemain tim nasional senior Spanyol yang saat ini belajar teknik penerbangan dan bermain di Universitas Alabama. “Di Spanyol bermain sepak bola dan belajar menjadi kombinasi yang semakin sulit. Saya berasal dari sebuah kota kecil bernama Alcaudete dan ketika saya bergabung dengan Sevilla harus memulai dari awal di sebuah apartemen, sebuah klub, sebuah tim dan kota yang tidak saya kenal. Jarak dari tempat latihan dan waktu yang dihabiskan di perjalanan serta pemusatan dengan tim regional Andalusia dan timnas Spanyol membuat studi saya menjadi prioritas kedua. Pada akhirnya saya memilih untuk pergi ke Amerika Serikat karena segala hal difokuskan di kampus yang sama.

Eva Brown dan Cristina Moreno (Iowa Western Reivers), Gabriela Morales (University of St. Francis), Laura Ortega (College of Charleston), Laura Ortiz (Niagara University), Marta Turmo (University of St. John), Mayra Tárraga ( Tenesse University), Sara Sanau (New York Magic / Mount Holyoke College), Idoia Agirre (Anderson Trojan) dan Maria Marti (Clayton Negara) adalah contoh lain dari pemain Spanyol yang memutuskan mencoba keberuntungan di negara yang membuka peluang lebih besar.

Mencari Suasana Sepakbola yang Kondusif di Negara Negara Beriklim Dingin

Sementara Federasi Sepakbola Spanyol hanya mengalokasikan dana sebesar 1,2 juta euro untuk mengembangkan sepakbola perempuan (0,95% dari total anggaran), di negara lainnya, investasi terhadap sepakbola perempuan semakin tinggi. Perancis mengalokasikan 10,5 juta euro, Norwegia (6 juta euro), Swedia (4,374 juta euro), Denmark (2,5 juta euro), Austria (1,9 juta euro), dan Finlandia (1,254 juta euro).

Rosa Herreros, yang sempat bermain di Collerense, saat ini bermain di Merilappi Unted. “Pada awalnya saya menganggap bermain di Finlandia sebagai sebuah petualangan karena negara negara Eropa Utara tidak pernah menarik perhatian saya. Dari level daya saing, saya pikir liga Finlandia lebih buruk daripada Spanyol tetapi mereka lebih profesional dalam hal kontrak kerja. Kami juga memiliki Asosiasi Pesepakbola yang siap membantu kami setiap kali kita membutuhkan mereka”, kata Rosa.

Maria Ruiz telah membela klub Rusia Zorky Krasnogorsk sejak 2012.
Maria Ruiz telah membela klub Rusia Zorky Krasnogorsk sejak 2012.

Pemain yang lebih lama berada di Rusia adalah Maria Ruiz. Pemain kelahiran Madrid ini memulai karirnya di Estudiantes de Huelva dan telah lebih dari 1 dekade menunjukkan kapasitasnya sebagai penyerang di klub klub Spanyol (Sporting Huelva dan Espanyol), Amerika Serikat (Indiana dan Buffalo Flash) dan Rusia (Zvezda, Zorky, Kubanochka). “Saya datang ke Rusia secara “nyaris kebetulan. Seorang pelatih yang pernah bersama saya di Indiana dan beberapa teman yang pernah bersama saya di Amerika Serikat meyakinkan saya untuk mencoba peruntungan dan itu adalah sebuah tantangan. Sekarang saya telah bermain selama 6 musim dan telah 3 kali lolos ke Liga Champions dengan 2 tim yang berbeda.

Muncul Talenta Talenta Muda

Eli Sarasola baru saja bergabung dengan Ajax Amsterdam. Ia sempat membela FC Barcelona.
Eli Sarasola baru saja bergabung dengan Ajax Amsterdam. Ia sempat membela FC Barcelona.

Talenta muda lainnya seperti Eli Sarasola, Sheila Sanchez dan Ines Fernandez juga meninggalkan Spanyol. Sarasola meninggalkan Barcelona untuk mencoba peruntungannya di Amerika Serikat dan baru-baru, dia bergabung dengan Ajax. Pemain kelahiran provinsi Galicia, Sheila Sanchez bergabung dengan FFC Fairvesta Vorderland di divisi dua Liga Austria. Dan Ines Fernandez memanfaatkan kewarganegaraan ganda Spanyol-Belgia yang dimilikinya untuk bergabung dengan Anderlecht.

—-

Wulan Kusuma Wardhani

Sumber : Marca.com

About Wulan

Rebel, sports lover, amateur goalkeeper, urban cyclist, feminist, and environmentalist. Media worker. Stubborn, outspoken, and sarcastic. I like travelling (on budget) and reading article or books about politics, history, sports, and environment. Contact : wulanlunablog@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s