Menanti “New Waves” Di Boston


Musim Baru, Pelatih Baru, Pemain Baru, dan Harapan Baru, setidaknya itu yang diinginkan para fans Boston Breakers di musim keempat NWSL tahun 2016 ini. Bayangkan saja, sebagai salah satu klub yang sudah lama berkiprah di persepakbolaan perempuan Amerika Serikat The Blues belum berhasil keluar dari rentetan hasil minor dalam dua tahun terakhir.

Padahal jika menengok skuad mereka, Boston Breakers menjadi salah satu klub yang memiliki kedalaman skuad yang cukup baik karena bisa memaksimalkan tim reserve dan academy yang ada. Masa depan para pesepakbola perempuan Boston dan sekitarnya sebenarnya ada di klub ini.

17096980328_ba284d77e2_z

Musim ini Boston akan sedikit “berwarna merah” imbas datangnya juru taktik baru asal Inggris, Matthew Beard. Nama ini tak asing lagi bila pembaca sekalian sempat mengikuti liga sepakbola perempuan Inggris, FA Women’s Super League.

Pasalnya pria asal Milwall ini berhasil membawa Liverpool Ladies menjuarai liga kasta tertinggi dua tahun berturut-turut, 2013 dan 2014. Dari beberapa pemain diboyong ke Boston, tiga diantaranya pernah berseragam Liverpool di era Beard yakni Libby Stout (kiper), Whitney Engen (bek) dan Lousie Schillgard (gelandang).

Tuah ayah dua anak dalam menyulap Boston Breakers di musim ini sangat dinantikan. Ia mampu mengubah Liverpool dari bukan apa-apa di dua musim awal berdirinya FA WSL pada 2011 dan 2012 menjadi salah satu kekuatan di liga sepakbola perempuan Inggris dua tahun kemudian. Bukan tidak mungkin Boston Breakers dapat berbicara banyak musim 2016 ini.

 

Player Of The Club : Kristie Mewis

Kristie Mewis menjadi kunci Boston Breakers sejak didatangkan via trading players dari FC Kansas City. Gelandang yang sempat memperkuat dua klub Asia, Iga FC (Jepang) dan Canberra United (Australia), musim lalu mencatatkan 6 gol dan 2 assist untuk The Blues. Mewis menjadi topskorer klub mengalahkan dua striker utama Stephanie McCaffrey dan Morgan Malborough yang masing-masing hanya mengkoleksi 3 gol di musim 2015.

MewisvFCKC2015

Kecepatan dan kemampuan membaca permainan menjadi kunci stabilnya pemain yang kerap bermain di sisi kiri lapangan ini. Pengalamannya sebagai anggota skuad tim nasional Amerika Serikat medio 2006 – 2013 membuatnya akan tetap dipercaya mengisi lini tengah Breakers walau pelatih sudah berganti.

Namun melihat ketajamannya musim lalu bukan tidak mungkin pemain yang sempat menjalani masa peminjaman ke Bayern Muenchen Frauen musim lalu ini akan memiliki tugas baru dibawah komando Matt Beard.

Nama Lengkap : Kristen Anne Mewis

Posisi : Bek Kiri / Gelandang Kiri

Tempat Tanggal Lahir : Weymouth, Massachusetts, 25 Februari 1991

Klub Sebelumnya : FC Kansas City

 

Statistik 2015

Posisi di klasemen : 9 (dari 9 klub)

4 kali Menang – 3 kali Seri – 13 kali Kalah = 15 Poin

Memasukan 22 Gol – Kemasukan 43 Gol

Rekor Kandang : 4 Kemenangan – 1 Hasil Seri – 5 Kekalahan

Rekor Tandang : 0 Kemenangan – 2 Hasil Seri – 8 Kekalahan

 

Prediksi Line-Up 2016

Matt Beard kerap menggunakan taktik 3-5-2 atau 5-3-2 dengan memfokuskan pressing ketat di kedua sisi sayap permainan dan transisi menyerang ke bertahan atau sebaliknya yang elegan sejak menangani Liverpool. Bukan tidak mungkin hal ini akan diterapkan kembali di Boston Breakers.

Namun mengingat gaya permainan dan fisik pemain Amerika Serikat sedikit berbeda dengan Inggris, opsi 4-3-3 yang membuatnya gagal bersama Liverpool musim lalu dapat diterapkan disini.

Libby Stout kemungkinan akan menjadi penjaga gawang utama selepas kepergian Alyssa Naeher ke Chicago Red Stars. Kiper muda asal Amerika Serikat ini akan dibantu eks rekannya di Liverpool Ladies, Whitney Engen, sebagai komando di sentral lini belakang bersama Julie King dan Kassey Kallman.

Dua gelandang yang didatangkan via trading players McCall Zerboni dan Sinead Farrelly akan membantu Kristie Mewis untuk memperketat lini tengah, ini adalah salah sector yang krusial dalam permainan a la Beard sehingga ia membutuhkan dua gelandang tengah yang kuat seperti Zerboni dan Farrelly.

Front-McCall-and-Sinead

Sementara itu lini depan akan kembali diisi Stephanie McCaffrey dan Morgan Malborough. Striker asal Australia, Kyah Simon, akan menjadi pelengkap trisula maut Boston Breakers musim ini.

Matt Beard juga dapat memanfaatkan Louise Schillgard yang dapat dimasukkan jika terjadi deadlock dan memberikan variasi serangan, serta Angela Salem, eks gelandang tengah Washington Spirit, yang dapat memperkuat lini tengah.

Menilik sejarah Breakers sebagai klub yang kerap mengorbitkan pemain-pemain muda dan bukan sebuah kebetulan bahwa Matt Beard juga memiliki kecenderungan serupa. Mungkin saja tiga pemain yang didapat dalam College Draft Picks musim ini yakni Christen Westphal (bek), Brittany Radcliffe (gelandang) dan Abby Smith (kiper) mendapat jam terbang khusus bersama Breakers.

 

Nama Klub : Boston Breakers

Didirikan pada : 2007

Prestasi Terbaik : Super Semifinal di WPS 2010

Stadion Kandang (Kapasitas) : Jordan Field di Harvard University (4.000)

Pelatih : Matt Beard

One thought on “Menanti “New Waves” Di Boston

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s