Mawar Merah Portland Kembali Mekar!


Portland Thorns menjadi salah satu representasi terbaik klub profesional di era awal NWSL. Bertabur bintang dan memiliki tata kelola yang baik membawa Christine Sinclair cs di bawah asuhan coach Cindy Parlow Cone menjadi juara di musim inagurasi NWSL tiga tahun silam.

Namun waktu cepat berputar, prestasi klub justru semakin menurun. Bahkan musim lalu mereka gagal mengamankan satu tempat di zona play-off NWSL Championship. Apakah kekuatan mereka melemah? Atau justru lawan-lawan mereka-lah yang menguat?

00003523853976

Ya keduanya menjadi sama saja. Portland Thorns sebenarnya memiliki kualitas pemain yang di atas rata-rata klub lainnya, namun kegagalan menciptakan peluang dan beberapa masalah klasik seperti kebugaran pemain dan disharmoni dengan pelatih terdahulu, Paul Riley, membawa Thorns terpuruk.

Mark Parsons yang diboyong dari Washington Spirit menjadi “tukang” untuk membersihkan kekacauan di Portland. Dengan mengandalkan sejumlah pemain muda di tengah perginya bintang-bintang lawas mereka, akankah Parsons dapat membuat para The Rose Riveters -julukan untuk fans Portland Thorns- sejenak melupakan Cindy Parlow Cone dan berpaling memujanya?

Player Of The Club : Tobin Heath

Nama Tobin Heath mungkin tak setenar Hope Solo ataupun Alex Morgan di telinga penggemar sepakbola Indonesia pada umumnya. Namun bagi sebagian lainnya yang mengenal sepakbola wanita secara dalam tentu akan selalu ingat pada julukan Tobin yakni: “The Queen Nutmeg“.

Salah satu pemain yang mengingatkan penulis pada legenda FC Barcelona asal Brasil, Ronaldinho, ini lekat dengan aksi-aksi individu nya di lapangan termasuk nutmeg nya.

00003512276247

Tobin merupakan tipe gelandang serang yang mengandalkan passing-passing cepat, dan kerap membuka ruang ke jantung pertahanan ketika para striker mengalami deadlock. Namun senjata andalan eks penggawa Paris Saint-Germain ini adalah kekuataan di kedua kakinya kala melakukan eksekusi tendangan bebas.

Walau musim lalu tak menciptakan gol dan assist, perannya di lapangan tengah bersama Allie Long sangat vital. Akankah kembali tercipta direct free-kick goal dari Tobin seperti yang ia lakukan pada final NWSL 2013 lalu?

Nama Lengkap : Tobin Powell Heath

Posisi : Gelandang serang dan Sayap Kanan.

Tempat Tanggal Lahir : Basking Ridge, New Jersey, 29 Mei 1988

Klub Sebelumnya : Paris Saint-Germain Feminine

 

Statistik 2015

Posisi di klasemen : 6 (dari 9 klub)

6 kali Menang – 5 kali Seri – 9 kali Kalah = 23 Poin

Memasukan 27 Gol – Kemasukan 29 Gol

Rekor Kandang : 5 Kemenangan – 3 Hasil Seri – 2 Kekalahan

Rekor Tandang : 1 Kemenangan – 2 Hasil Seri – 7 Kekalahan

 

Prediksi Line-Up 2016

Michelle Betos akan kembali mengisi pos sebagai penjaga gawang sebelumnya. Satu-satunya kiper yang berhasil mencetak gol sepanjang sejarah NWSL ini akan mendapat arahan dibawah eks legenda tim nasional perempuan Jerman dan penggawa Thorns musim lalu, Nadine Angerer.

Betos akan dengan mudah berkomunikasi dengan dua wajah lama yakni Kat Williamson dan Emily Menges yang musim ini akan ditemani outside back baru, Meghan Klingenberg, dan talenta masa depan Emily Sonnett.

Di lini tengah Parsons nampaknya akan kembali mengandalkan Mana Shim, Allie Long, dan Tobin Heath sebagai tiga poros penyerangan dari lini kedua. Sementara Penulis cenderung memprediksi Parsons akan menggunakan strategi 4-5-1 kala menjamu Orlando Pride Senin (18/4) pagi waktu Indonesia dengan menempatkan Kendall Johnson dan Lindsey Horan sebagai dua gelandang jangkar.

157095_Amandine_Henry_-_Grece-France_Feminine_-_Match_qualificatif_pour_l_Euro_2017_edit

Kapten sekaligus striker gaek Christine “Sincy” Sinclair akan menjadi striker tunggal kendati opsi lainnya Parsons dapat memanfaatkan pemain-pemain di bench yang tak kalah berkualitas seperti striker Denmark kelahiran Kabul, Afghanistan, Nadia Nadim, dan belum lagi kedatangan gelandang serang asal Perancis, Amandine Henry, di pertengahan musim nanti.

Henry dapat dibilang menjadi mega transfer NWSL musim ini. Pemilik 48 caps dan penoreh 6 gol bersama “Les Bleus Feminine ini ditransfer dari raksasa Perancis, Olympique Lyonnais Feminine.

Nama Klub : Portland Thorns FC

Didirikan pada : 2012

Prestasi Terbaik : Juara NWSL tahun 2013

Stadion Kandang (Kapasitas) : Providence Park (20,438 – stadion dibuka secara full sama seperti ketika Portland Timbers FC bermain)

Pelatih : Mark Parsons

2 thoughts on “Mawar Merah Portland Kembali Mekar!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s