Tentang Kami


Women’s Footie Indonesia (WFI) awalnya berdiri berkat usul Bertho Mulwiennoer (administrator akun @RepublikF1 di social media Twitter) kepada Retno Nino untuk membuat sebuah blog khusus berisikan konten-konten yang membahas sepakbola wanita pada Sabtu 30 Maret 2013 malam, sesaat setelah keduanya menonton laga FC Bayern Munich Frauen mengalahkan Turbine Potsdam dalam laga Frauen Bundesliga. Nino kemudian membuat blog dengan alamat womensoccerid.wordpress.com sebagai media pertama yang berdiri dalam perjalanan WFI. Blog tersebut pada awalnya hanya dipromosikan secara kecil-kecilan lewat akun twitter Nino.

Tiga hari setelah final UEFA Women’s Champions League 2012/2013, Nino kemudian berjumpa dengan Oza di dunia maya Twitter, berkat mention dari Raiva yang kemudian memutuskan untuk membuat akun @womensfootie_id di Twitter karena kesamaan minat keduanya. Keduanya, baik Nino dan Oza menjadi founder terbentuknya komunitas ini, walau kini Oza jarang terlihat di linimassa Twitter.

Di kemudian hari, komunitas ini berkembang karena banyak bertemu dengan teman-teman di Twitter salah satunya Steven dan Zakky. Steven sendiri sebenarnya sudah mengenal sepakbola wanita selepas Piala Dunia Wanita 2011, dimana kala itu Ia langsung jatuh cinta pada sosok Alex Morgan, dan mengikuti perkembangannya hingga hari ini. Sedangkan Zakky adalah seorang Cule yang juga berkarya di blog pribadinya yang memberitakan tim F.C. Barcelona baik pria dan wanita, baik senior hingga level infantil.

Keduanya juga ikut mengembangkan WFI. Nama-nama yang disebutkan diatas merupakan teman-teman diskusi, ketimbang crew atau member karena kami ingin sifat kekeluargaan dalam komunitas ini yang terus berkembang melalui teman-teman lainnya seperti Wulan, Fathan, Hans dan beberapa nama lain yang tidak bisa disebut satu per satu.

WFI sendiri menjadi Komunitas Sepakbola Wanita pertama dan terbesar di Indonesia, kami bertujuan untuk mengenalkan sepakbola wanita kepada khalayak Indonesia. Awalnya pengikut dari akun @womensfootie_id ini hanya belasan. Namun sejak Euro 2013 dan AFF Women’s Championship 2013, jumlah pengikut akun ini terus meroket.

Penuh lika-liku selama mengelola akun Twitter (@womensfootie_id) dan web (www.womensoccerid.wordpress.com), namun berkat buah kerja keras kami hingga kini nama WFI sendiri mampu dikenal baik di kalangan minoritas orang Indonesia dan juga di luar negeri. Banyak pesepakbola perempuan yang mengikuti WFI di Twitter seperti Camille Abily (Olympique Lyonnais Feminin), Claire Rafferty (Chelsea Ladies F.C.), Marta Corredera (Arsenal Ladies FC), Virginia Torrecila (HSC Montpellier Feminin), Vivianne Miedema (F.C. Bayern Munich Frauen), Jill Roord (F.C. Twente Vrouwen). Moya Dodd (anggota Exco FIFA untuk sepakbola wanita) dan Rebecca Smith (eks kapten Selandia Baru, sekarang manajer kompetisi sepakbola wanita FIFA) juga tak ketinggalan mengikuti kami. Di Blog sendiri, Toni Kiting (ayah dari Rebecca Kiting, defender Canberra United) juga sempat memberikan saran dan aplaus bagi kami. Dan masih banyak lagi yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s